Pahatan Wajah Gandhi di Permukaan Mars

Kompas.com - 14/06/2011, 13:07 WIB
EditorA. Wisnubrata

KOMPAS.com — Matteo Ianneo, seorang warga Italia yang menjelajahi Mars lewat Google Mars, menemukan adanya pahatan serupa wajah Gandhi di permukaan planet merah itu. Berdasarkan observasi Ianneo yang beberapa waktu lalu juga mengklaim menemukan vegetasi di Mars, pahatan itu terletak di koordinat 33°12'29.82"N dan 12°55'51.21"W.

Pahatan itu serupa dengan wajah Gandhi dalam beberapa hal. Pahatan itu seperti wajah orang yang memiliki kumis, rambut dicukur habis, dan bagian alis yang menonjol. Seperti penemuan Bio Station Alpha oleh warga California, David Martines, beberapa waktu lalu, penemuan ini juga membuat beberapa orang menduga bahwa pahatan wajah itu nyata.

Untuk meyakinkan adanya wajah Gandhi itu, Jonathan Hill dari Mars Space Flight Facility di Arizona State University yang mengoperasikan basis data Mars layaknya Google menelusuri tempat ditemukannya pahatan itu. Dari citra resolusi tinggi tangkapan Mars Reconnaissance Orbiter, terbukti bahwa pahatan itu cuma ilusi dan sebenarnya adalah struktur serupa lembah.

Penemuan pahatan wajah di Mars ini bukan pertama kalinya. Tahun 1976, citra resolusi rendah yang diambil oleh Viking 1 Orbiter milik NASA juga menampilkan pahatan wajah manusia di permukaan Mars yang berdebu. Tapi, citra resolusi lebih tinggi yang diambil HiRISE tahun 2010 akhirnya mengungkap bahwa pahatan wajah manusia itu sebenarnya tebing berbatu.

Menurut Takeo Watanabe dari Boston Visual Science Laboratory, manusia memang kadang mengaitkan struktur tertentu dengan wajah manusia atau obyek-obyek lain yang akrab. "Kita belajar wajah manusia terlalu banyak. Jadi kadang kita merasa melihat mereka, padahal tidak ada," katanya. Fenomena psikologis itu disebut pareidolia.

Menganggap struktur Mars serupa dengan wajah manusia merupakan salah satu bentuk pareidolia. Selain permukaan Mars, pareidolia juga bisa terjadi saat manusia melihat awan dan bahkan benda-benda di sekeliling. Jadi, jika suatu saat Anda merasa melihat hantu di sebuah lorong sepi, boleh jadi hantu itu hanyalah ilusi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.