Pemilik 14 Paten Rekayasa Biomedis

Kompas.com - 21/12/2010, 14:53 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Banyak ilmuwan asal Indonesia yang memilih berkiprah di luar negeri karena keterbatasan fasilitas riset di Tanah Air. Bahkan, tidak sedikit yang mencetak prestasi mengagumkan. Salah satunya, Prof. Dr-Ing Eko Supriyanto.

Kiprahnya dalam bidang rekayasa biomedis di negeri jiran Malaysia telah membuatnya meraih 14 hak paten, terkait dengan produk rekayasa biomedis yang ditekuninya. Kini ia pun dipercaya duduk sebagai Ketua Jurusan Sains Klinikal Universitas Teknologi Malaysia.

Bidang rekayasa biomedis yang ditekuninya merupakan paduan elektronika dan kedokteran, berperan dalam menghasilkan alat-alat pembantu diagnosis. Salah satu produknya disebut Smart Doll. Sesuai namanya, alat tersebut adalah boneka pintar karena tidak hanya buat mainan.

"Boneka itu saya namai Elissa. Boneka ini bisa menguji kemampuan anak-anak balita, terutama bisa berfungsi bagi anak-anak berkebutuhan khusus," jelasnya. Ia mengatakan Elissa bisa menguji kemampuan kognitif, psikomotorik, sosio emosional, bahasa dan wilayah lain yang menjadi standar dalam menganalisa perkembangan anak.

Dilengkapi dengan berbagai sensor, alat ini akan mendeteksi ketika anak mulai mendekati dan berbicara. "Setelah mendeteksi, alat akan mengeluarkan hasil analisa dan program atau semacam kurikulum untuk memandu training anak tersebut selama seminggu ke depan. Semua bertujuan agar kehidupan anak lebih baik," kata Eko.

Ia  menjelaskan, alat ini juga bisa menyanyikan lagu yang disukai anak-anak dan mendongengkan sebuah cerita. Sistem di dalam boneka ini telah diprogram untuk menyimpan beberapa lagu dan dongeng populer. Alat yang ditujukan untuk membantu orangtua dan dokter mengenal anak ini dinamakan Eko berdasarkan nama putrinya sendiri.

Sekarang, alat telah dikembangkan dan dipakai oleh beberapa rumah sakit dan taman kanak kanak yang ada di Malaysia. Sebelumnya, boneka pintar ini tampil dalam rupa Teddy Bear, namun kini tengah dikembangkan bentuk lain sesuai dengan favorit anak-anak.

Selain boneka pintar, Eko juga mengembangkan Telemedicine Smart Medical Wireless Interface. Perangkat tersebut didesain untuk meminimalisasi biaya pengadaan alat dengan memungkinkan alat terkoneksi internet sehingga dokter bisa menganalisa dari jarak jauh.

"Medical device yang sekarang ada biasanya kan tidak dilengkapi koneksi internet. Dengan alat ini, kita upayakan terkoneksi internet sehingga mengatasi masalah kesehatan di rural area yang membutuhkan pemantauan secara berkala," kata Eko.

Menurutnya, di pedesaan (rural area) pun banyak masyarakat yang menderita penyakit seperti jantung, stroke dan penyakit yang membutuhkan pemantauan. Dengan alat ini, pemantauan bisa dilakukan secara mudah dan murah, hanya bermodal instalasi listrik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X