Rumah Robot Pertama di Dunia

Kompas.com - 12/12/2010, 11:13 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Robotic Explorer World, sebuah rumah robot yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, diresmikan di Jakarta. Berlokasi di lantai 2 Thamrin City, Jakarta, rumah robot itu dibuka oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono dan diresmikan oleh Menristek Suharna Surapranata, Sabtu (11/12/2010) kemarin.

Suharna mengungkapkan, "Saya harap pembukaan rumah robot pertama di dunia ini bisa membangkitkan rasa ingin tahu dan kreativitas di kalangan generasi muda sehingga bisa melahirkan inovasi-inovasi baru dalam bidang robotik."

"Rumah robotik bisa mengajak generasi muda untuk berpikir sistemik," lanjut Suharna. Ilmu robotik mengajak generasi muda untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu, seperti mekanika, koordinasi, psikologi, dan komunikasi.

Pembukaan rumah robotik ini sekaligus menjadi penanda bahwa Indonesia membuat perkembangan yang berarti dalam bidang robotik. Rumah robotik seluas 2.580 meter persegi ini mendapat rekor Muri sebagai rumah robot pertama di dunia.

Jully Tjindrawan, pendiri World Robotic Explorer, mengungkapkan, "Senang sekali ini bisa menjadi yang pertama di dunia. Mungkin Muri sudah melakukan riset selama tiga bulan dan kemudian menyatakan bahwa inilah rumah robot pertama di dunia."

Menurut Jully, rumah robot ini tak hanya berfungsi sebagai wahana hiburan, tetapi juga bisa digunakan sebagai wahana pendidikan. Jully menuturkan, "Konsepnya adalah ruang wisata sekaligus belajar, di mana pengunjung tak bisa datang hanya sekali."

"Di rumah robot ini, pengunjung berusia tiga tahun hingga dewasa bisa datang dan bereksplorasi, melihat robot-robot yang ada hingga memulai untuk mengembangkannya. Ini saat yang tepat untuk mulai membangun," papar Jully.

Rumah robotik yang didirikan terbagi menjadi delapan ruangan. Terdapat creativity room di mana pengunjung bisa mengasah kreativitas, workshop room untuk pelatihan, trial room untuk melakukan uji coba, robot shop untuk jual beli, galeri untuk memamerkan karya, laboratory, movie room, dan e-learning center.

Rencananya, rumah robot akan mulai dibuka untuk umum setelah tanggal 20 Desember 2010. Rumah robot ini akan dibuka dalam dua sesi, sesi pertama mulai pukul 08.30-13.00 dan sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga 17.00.

Untuk biaya masuknya, pengunjung bisa membayar Rp 150.000 per kunjungan atau menjadi anggota tahunan dengan membayar Rp 5 juta per tahun yang bisa dicicil dengan pembayaran lewat Bank Permata dan BCA.

Ruang rumah robotik dikatakan bisa menampung 275 orang. "Kami sengaja mendesain agar tak terlalu banyak orang sehingga pengunjung bisa lebih bereksplorasi di dalam, tak terlalu padat," ucap Jully.

Ditargetkan, rumah robotik ini mampu mendatangkan 12.000 hingga 15.000 pengunjung per bulannya. Terakhir, Jully berharap, "Semoga ini bisa menjadi wadah bagi komunitas robotik di Indonesia."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.