Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelepasan Karbon dari Lautan Bertambah

Kompas.com - 09/12/2010, 13:07 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya mengurangi emisi gas rumah kaca di atmosfer harus segera dilakukan jika ingin menghindari percepatan pemanasan global dan perubahan iklim yang tidak terkendali. Potensi tersebut meningkat karena pelepasan gas rumah kaca dari laut terus bertambah.

Staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB, Alan F Koropitan, menjelaskan, air lautan di seluruh dunia berotasi terus-menerus dari perairan utara Bumi—antara lain Laut Atlantik—ke perairan selatan Bumi, seperti Laut Antartika.

”Dan, air laut di seluruh dunia menyerap karbon, baik karbon di dalam partikel yang masuk ke lautan maupun karbon yang ada di atmosfer. Karbon dalam partikel akan terdekomposisi menjadi karbon yang terlarut dalam air laut. Seluruh karbon terserap akan tersimpan dalam massa air laut lapisan dalam. Jika kondisinya normal, lebih banyak karbon yang diserap laut daripada yang dilepaskan,” kata Koropitan di Belawan, Selasa (7/12).

Komposisi karbon dalam atmosfer mencapai 45 persen dari total karbon di Bumi, tumbuhan di daratan 29 persen, dan laut 26 persen. ”Penelitian Global Carbon Project menunjukkan, indeks CO tersimpan di air laut turun dari 0,3 pada 1960 menjadi 0,25 (2008). Sebaliknya, indeks kandungan CO dalam atmosfer naik dari 0,41 pada 1960 menjadi 0,43 pada 2008,” kata Koropitan.

Hal itu disebabkan meningkatnya kecepatan air di Laut Antartika akibat pemanasan global yang menyebabkan pengangkatan massa air laut dalam ke permukaan laut meningkat sehingga pelepasan karbon semakin tinggi. Semakin banyak kandungan karbon di udara, semakin memanaskan atmosfer sehingga proses serupa semakin cepat.

”Solusinya hanya satu, yaitu mengurangi emisi karbon negara-negara maju. Mitigasi dengan mencegah pembukaan hutan baru, seperti REDD+, tidak akan menurunkan laju pelepasan karbon dari laut,” katanya.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menyatakan, penurunan kemampuan laut menyerap karbon menjelaskan fakta mengapa laju pertambahan emisi gas rumah kaca meningkat dari 1,5 part per million (ppm) hingga 2 ppm per tahun pada 1990 menjadi 3,5 ppm per tahun pada saat ini. ”Karena laju pertambahan emisi gas rumah kaca semakin cepat, pada 2011 harus ada kesepakatan global menurunkan emisi. Entah dengan menyepakati tahap kedua Protokol Kyoto atau perjanjian baru penurunan emisi,” kata Fabby. (ROW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+