Para Penghuni Awal Sumatera

Kompas.com - 01/11/2010, 09:33 WIB
EditorTri Wahono

SUMATERA SELATAN, KOMPAS.com — Tiga di antara 18 individu manusia prasejarah hasil ekskavasi tim Puslitbang Arkenas di Gua Harimau itu sepertinya dikubur pada saat bersamaan dalam satu liang. Persis di bawah rangka utama, dua rangka individu lain terlihat saling bersentuhan dalam posisi bagai menyangga "sang majikan" yang dikubur di atas keduanya.

Posisi penguburan yang unik sekaligus menimbulkan tanda tanya. Mungkinkah dalam sistem penguburan pada masa itu, antara 3.500 dan 2.000 tahun lalu, manusia prasejarah di Nusantara telah mengenal strata sosial di mana apabila ada tokoh atau orang-orang tertentu meninggal, maka perlu ada tumbal yang harus ikut dikubur? Mungkinkah sudah ada kepercayaan kehidupan setelah mati di alam lain sehingga "sang majikan" tetap perlu dilayani pascakematiannya?

"Segala kemungkinan selalu ada, tetapi yang pasti seluruh rangka manusia dari Gua Harimau merupakan ras Mongoloid," kata Harry Widianto, ahli paleoantropologi yang juga adalah Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Harry begitu yakin temuan "kuburan" massal di Gua Harimau adalah sisa-sisa rangka manusia prasejarah dari ras Mongoloid. Keyakinan itu berangkat dari ciri-ciri morfologis rangka temuan, terutama dari bentuk tengkorak yang meninggi dan membundar (brachycephal), tulang tengkorak bagian belakang (occiptal) yang datar, morfologi gigi seri, bentuk orbit mata, kedalaman tulang hidung (nasal), serta dari postur tulang dan tubuh mereka yang khas Mongoloid.

"Ciri-ciri morfologisnya memang menunjukkan identitas mereka sebagai bagian dari ras Mongoloid," kata Harry.

Siklus kehidupan Individu-individu itu umumnya dikubur dengan orientasi timur (kepala) dan barat (kaki). Lewat penguburan semacam ini, patut diduga bahwa mereka sudah mengenal semacam filosofi tentang siklus kehidupan. Arah timur sebagai lokasi kepala adalah arah matahari terbit, sedangkan barat sebagai arah kaki adalah arah matahari tenggelam. Dalam konteks ini, penguburan dengan orientasi semacam itu mengacu pada asal mula (timur) dan akhir (barat) dari kehidupan.

Filosofi itu juga tecermin dari adanya penguburan terlipat, yang menggambarkan posisi bayi di dalam perut sebelum ia dilahirkan. Dengan mengubur secara terlipat diharapkan pada saat kematian yang bersangkutan telah dibebaskan dari segala belenggu duniawi dan dikembalikan pada kehidupan awal pada saat dia mati.

"Dengan demikian, posisi penguburan terlipat tersebut mengisyaratkan individu tersebut kembali suci pada saat dia meninggal," tutur Harry Widianto.

Melalui temuan ini, teori baru tentang alur migrasi manusia prasejarah pendukung budaya Austronesia ke Nusantara perlu dibangun kembali. Paling tidak, teori lama bahwa "pendudukan" Sumatera oleh ras Mongoloid dari daratan Asia melalui Taiwan-Filipina-Sulawesi—kemudian dalam perjalanan migrasi mereka selanjutnya ke Madagaskar melalui Kalimantan, Sumatera, dan Jawa (dikenal sebagai teori "Out of Taiwan")—bukanlah satu-satunya kebenaran.

Sebab, temuan-temuan rangka manusia berikut artefak tinggalan budaya mereka di kawasan perbukitan karst Padang Bindu, Sumatera Selatan—juga temuan semasa di Ulu Tijanko, Jambi—menunjukkan usia yang sama tuanya (sekitar 3.500 tahun) dengan budaya Austronesia di Sulawesi, misalnya. Tafsir baru yang dapat dimajukan adalah bahwa sejak awal persebaran ras Mongoloid tidak hanya terjadi di bagian tengah Nusantara (jalur Taiwan-Filipina-Sulawesi), tetapi juga di bagian barat melalui daratan Asia Tenggara ke Sumatera-Jawa.

"Sisa-sisa rangka manusia di Gua Harimau, juga di Pondok Selabe dan Gua Putri yang masih dalam satu kawasan, adalah bukti dari pergerakan ’jalur baru’ tersebut," kata Harry.

Patut diduga mereka inilah para penghuni awal Sumatera. Dalam tahap evolusi lebih lanjut, beribu-ribu tahun kemudian—setelah menanggalkan status sebagai "manusia gua" dengan hidup dan menetap di lembah dan dataran yang lebih luas—mereka pun membangun kebudayaan baru di daratan yang kini disebut sebagai Pulau Sumatera. Dan, Gua Harimau adalah salah satu lokasi kuburan para leluhur orang-orang Sumatera itu.... (KEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

    Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

    Oh Begitu
    Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

    Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

    Oh Begitu
    5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

    5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

    Oh Begitu
    Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

    Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

    Oh Begitu
    Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

    Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

    Oh Begitu
    4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

    4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

    Oh Begitu
    Apa Makanan Ikan Piranha?

    Apa Makanan Ikan Piranha?

    Oh Begitu
    Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

    Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

    Fenomena
    Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

    Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

    Kita
    Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

    Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

    Oh Begitu
    Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

    Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

    Oh Begitu
    5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

    5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

    Oh Begitu
    Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

    Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

    Oh Begitu
    3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

    3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

    Oh Begitu
    Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Kita
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.