Setelah Banjir Bandang Berlalu...

Kompas.com - 01/11/2010, 09:23 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Lebih dari 28 tahun lalu kawasan Desa Padang Bindu dan sekitarnya dilanda bencana hebat. Banjir bandang meluluhlantakkan sejumlah desa yang ada di bagian hulu tepian Sungai Ogan itu. Tercatat 200 lebih orang tewas terseret air bah. Beberapa di antaranya hilang hingga kini, tidak bisa dilacak di mana kuburnya.

Ratusan rumah panggung yang ada di sana pun ikut disapu arus yang naik dan melimpas desa begitu cepat. Ulak Pandan dan Batanghari—dua desa yang mengapit Padang Bindu, di hilir dan hulunya—tercatat menderita paling parah.

"Waktu itu saya masih kelas II SD. Kami, tujuh bersaudara, hanya dua yang selamat. Lima saudara saya yang lain meninggal, satu di antaranya hilang. Sampai hari ini tidak terberitakan kalau-kalau ada orang yang menemukan mayatnya di daerah hilir sana," tutur Zarkoni (36), penduduk Desa Ulak Pandan.

Padang Bindu dan sekitarnya, yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, memang rawan banjir. Sungai Ogan merupakan daerah limpasan air yang turun dari gugusan perbukitan di lereng timur Pegunungan Bukit Barisan.

Begitu banyak mata air di sana, membentuk sungai-sungai kecil dan semua mengalir dan bermuara ke Sungai Ogan sebagai "induk"-nya. Sungai Ogan sendiri, bersama delapan sungai besar lain yang ada di Sumatera Selatan, pada akhirnya mengalir dan bermuara ke sungai yang lebih besar lagi: Sungai Musi!

Sejak tragedi tahun 1982 itu, peristiwa banjir dalam skala serupa memang tidak pernah terjadi. Akan tetapi, seiring perubahan bentang alam kawasan ini, ketika hutan-hutan di perbukitan terus dibuka untuk perladangan dan wilayah "hutan larangan" sebagai daerah tangkapan hujan di hulunya mulai diincar pemodal besar untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit, ancaman banjir bandang dalam skala yang mungkin lebih besar bukan suatu kemustahilan akan berulang. Lebih-lebih di tengah perubahan iklim global seperti sekarang.

"Takut nian, Pak, kami kalau sampai hutan di hulu sana 'dijual' oleh pemerintah untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Sebab, kabarnya daerah 'hutan larangan' itu sudah akan dibuka, tinggal menunggu waktu," kata salah seorang penduduk Padang Bindu.

Di tengah kekhawatiran sebagian kecil warga yang paham akan risiko banjir bandang yang mungkin suatu saat akan terulang, di tengah kian rusaknya kawasan perbukitan di pinggang timur Pegunungan Bukit Barisan di wilayah ini, sejak 10 tahun terakhir sebuah aktivitas kecil oleh tim penelitian dari Puslitbang Arkenas mencoba mengeksplorasi jejak-jejak hunian prasejarah di daerah mereka.

Hanya beberapa kilometer di seberang desa mereka, dipisah oleh Sungai Ogan yang berair keruh-pekat—tanda di bagian hulu terjadi erosi terus-menerus—terbentang gugusan perbukitan karst yang diselang-selingi tanah datar. Jauh lebih ke belakang, Pegunungan Bukit Barisan menjadi semacam penyekat bagian timur dan barat Pulau Sumatera.

Hasil penelitian awal cukup mencengangkan. Dari kotak-kotak galian di Gua Harimau saja sudah 18 individu manusia prasejarah ras Mongoloid yang berhasil diidentifikasi. Jarak antara satu individu dan individu yang lain sangat dekat. Lokasi kuburan pun menyebar di seluruh kotak yang digali, mengindikasikan Gua Harimau sebagai lokasi penguburan.

Di lokasi galian juga didapati distribusi artefak—berupa alat serpih terbuat dari rijang, obsidian, dan batu gamping kersikan—dalam sebaran yang cukup signifikan. Ini mengindikasikan fungsi gua tak hanya untuk pemakaman, tetapi sekaligus tempat hunian.

Jejak hunian masa lampau itu kini mulai terkuak. Akankah kawasan bersejarah itu rusak akibat keserakahan manusia masa kini? (KEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

    Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

    Oh Begitu
    Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

    Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

    Fenomena
    Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

    Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

    Oh Begitu
    Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

    Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

    Oh Begitu
    5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

    5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

    Oh Begitu
    Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

    Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

    Oh Begitu
    Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

    Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

    Oh Begitu
    4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

    4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

    Oh Begitu
    Apa Makanan Ikan Piranha?

    Apa Makanan Ikan Piranha?

    Oh Begitu
    Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

    Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

    Fenomena
    Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

    Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

    Kita
    Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

    Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

    Oh Begitu
    Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

    Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

    Oh Begitu
    5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

    5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

    Oh Begitu
    Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

    Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.