Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita dari Dinding Gua

Kompas.com - 01/11/2010, 08:59 WIB
EditorTri Wahono

Masih misteri Ditemukan menyebar di bidang datar pada dinding dan langit-langit pojok timur laut gua, lukisan berwarna merah-kecoklatan itu dibuat menggunakan oker dari campuran butiran hematit dan tanah merah yang banyak terdapat di kawasan ini. Namun, hingga sejauh ini tim peneliti belum berani membuat kesimpulan sementara terkait fungsi dan makna guratan yang tertera di sana.

"Kemungkinannya banyak, tetapi satu hal yang bisa dikatakan adalah bahwa keberadaan gambar-gambar di Gua Harimau pasti terkait ritual tertentu. Ini bisa dilihat dari keletakan gambar dan keberadaan temuan rangka manusia yang ada di sana," kata Pindi.

Ahli komunikasi visual yang telah bertahun-tahun mendalami fenomena lukisan gua (Pindi sendiri menghindari penggunaan istilah lukisan ataupun seni untuk terjemahan rock art, ia lebih memilih istilah ”gambar cadas”) ini menduga, tiap gambar yang ada di Gua Harimau dibuat untuk upacara tertentu dan hanya dipahami oleh si pembuatnya. Artinya, anggota yang terlibat dalam ritual itu pun sesungguhnya tidak mengetahui makna gambar tersebut.

Mengingat masyarakat prasejarah belum mengenal konsep tentang huruf, gambar cadas adalah suatu sarana bagi mereka untuk berkomunikasi melalui rupa. Konsep ini tentu berbeda pada mereka yang sudah mengenal aksara (apa pun bentuknya), tetapi mencoba mengomunikasikan ide dan gagasannya melalui lukisan, misalnya. Begitu pun logika komunikasinya. Akan tetapi, satu hal yang pasti, ciri utama komunikasi pada umumnya adalah adanya pola yang berulang.

"Pola berulang itulah yang diwujudkan pada gambar cadas, yang kemudian pola informasi yang diguratkan pembuatnya itu akhirnya dipahami manusia prasejarah lainnya pada masa itu," ujar Pindi.

Seperti gambar cadas pada umumnya, keberadaan gambar-gambar prasejarah di Gua Harimau pun diyakini mengandung imaji-imaji yang mewakili pesan tertentu. Hanya saja, dari bentuk yang terpapar, Pindi menduga jenis imaji yang ditorehkan pada dinding dan langit-langit Gua Harimau lebih bersifat spontan. Bentuknya tidak mewakili apa yang dilihat mata (imaji mimetis), juga tidak merujuk pada apa yang dikhayalkan orang ataupun mencerminkan suatu konsep yang ada di benak.

Namun, apa pun bentuk dan seribu kemungkinan makna yang bisa ditafsir dari garis-garis merah kecoklatan itu, suatu cerita sudah diguratkan oleh para pendahulu kita: nenek moyang bangsa ini! (KEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+