Cerita dari Dinding Gua

Kompas.com - 01/11/2010, 08:59 WIB
EditorTri Wahono

SUMATERA SELATAN, KOMPAS.com — Hingga lepas tengah hari, Pindi dan Fadhlan belum juga muncul. Sejak berpisah di jalan setapak yang licin di bawah bukit, saat embun pagi masih menempel di daun-daun kopi, pencarian mereka untuk mengeksplorasi jejak peradaban prasejarah di perbukitan karst itu belum juga berakhir.

Pindi Setiawan adalah ahli komunikasi visual dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD-ITB), sedangkan Fadhlan S Intan adalah seorang geolog yang bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas). Hari itu, Pindi dan Fadhlan berniat mengeksplorasi sejumlah ceruk di tebing-tebing perbukitan karst di kawasan Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Sementara itu, arkeolog Nurhadi Rangkuti sudah bersiap-siap turun dari ceruk di sisi timur bukit. Di sana, di ceruk besar yang tersembunyi di antara rimbun pepohonan tinggi menjulang, yang oleh penduduk sekitarnya dikenali sebagai Gua Harimau, tim dari Puslit Arkenas masih terbenam dalam kegiatan masing-masing.

Beberapa peneliti melanjutkan pendataan dan pemetaan hasil temuan di 10 kotak ekskavasi. Sejumlah tenaga lokal mulai memotong-motong papan yang khusus didatangkan dari desa terdekat, Padang Bindu, untuk dijadikan kotak penutup belasan rangka manusia purba yang ditemukan selama ekskavasi pada kedalaman 0,5-1 meter dari permukaan tanah.

Sedikitnya 18 rangka manusia prasejarah yang berhasil disingkap dalam proses penggalian itu memang harus didokumentasikan sebelum lubang-lubang galian (masing-masing berukuran 1,5 x 1,5 meter) yang memanjang membentuk huruf L tersebut dipendam kembali ke perut bumi. Selain sebagai upaya pengamanan dari ulah tangan-tangan jahil dan binatang liar, juga untuk menghindari proses pelapukan yang lebih cepat akibat bersentuhan dengan udara luar.

Namun, kekhawatiran yang paling dirisaukan justru menyangkut keberadaan sejumlah "lukisan" prasejarah yang ditemukan di dinding dan langit-langit gua. Kakhawatiran itu sangat beralasan. Baru setahun setelah lukisan prasejarah di Gua Harimau itu diketahui keberadaannya oleh arkeolog E Wahyu Saptomo, tahun 2009, pada penelitian tahun berikutnya (20 September-3 Oktober 2010) beberapa guratan yang membentuk pola gambar itu sudah terkikis di sana-sini. Bahkan sudah muncul torehan baru oleh tangan-tangan jahil manusia masa kini.

Bentuk guratan yang terpusat di pojok timur laut gua itu memang masih sangat sederhana. Hanya berupa garis-garis datar sejajar, vertikal, atau gabungan keduanya sehingga saling bersilang, dan ada pula berupa lingkaran konsentris bersusun tiga. Beberapa di antaranya berbentuk seperti jala ataupun menyerupai anyaman tikar.

Belum ada gambar yang secara tegas bisa diidentifikasikan sebagai wujud hewan atau aktivitas manusia, misalnya. Keragamannya pun tidak sekaya motif lukisan gua seperti yang ditemukan di Sulawesi ataupun Kalimantan. Truman Simanjuntak, ahli arkeologi prasejarah dari Puslitbang Arkenas, baru sebatas menyebutnya sebagai lukisan figuratif dan nonfiguratif.

Akan tetapi, temuan ini sangat penting bagi dunia arkeologi. Selain merupakan temuan pertama keberadaan lukisan gua di Sumatera (dan Jawa), temuan ini sekaligus bisa mematahkan pandangan lama atas zona sebaran lukisan prasejarah di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Nusantara.

Lebih dari itu, dikaitkan keberadaan sisa-sisa rangka manusia berikut tradisi yang mereka bangun di kawasan ini, teori migrasi ras Mongoloid dengan budaya Austronesia yang mereka bawa dari daratan Asia—sebelum akhirnya menyebar ke selatan melalui jalur Taiwan-Filipina-Sulawesi—juga bisa berubah.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

    Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

    Oh Begitu
    Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

    Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

    Fenomena
    Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

    Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

    Oh Begitu
    Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

    Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

    Oh Begitu
    5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

    5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

    Oh Begitu
    Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

    Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

    Oh Begitu
    Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

    Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

    Oh Begitu
    4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

    4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

    Oh Begitu
    Apa Makanan Ikan Piranha?

    Apa Makanan Ikan Piranha?

    Oh Begitu
    Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

    Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

    Fenomena
    Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

    Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

    Kita
    Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

    Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

    Oh Begitu
    Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

    Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

    Oh Begitu
    5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

    5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

    Oh Begitu
    Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

    Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.