Luka Bakar, 30 Menit yang Menentukan

Kompas.com - 29/09/2010, 06:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

Penderita luka bakar, apa pun penyebabnya, hanya punya waktu 30 menit untuk mendapat pertolongan dokter. Semakin besar dan dalam luka, semakin lambat mendapat perawatan medis, dan salah dalam memberikan pertolongan pertama, akan memperkecil peluang korban untuk dapat diselamatkan.

Pertolongan penderita luka bakar ditentukan dari menit ke menit. Dalam tempo kurang dari setengah jam, penderita harus mendapat cairan infus karena penguapan pada luka bakar akan sangat besar. Potensi korban terinfeksi penyakit lain juga sangat besar,” ungkap Kepala Unit Luka Bakar Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo Aditya Wardhana di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain rentang waktu menunggu pertolongan medis, faktor lain yang bisa memicu kematian korban adalah luasan dan kedalaman luka bakar, ada tidaknya gangguan pernapasan, serta faktor penyerta lain. Jika luka bakar yang terjadi lebih dari 30 persen dari seluruh permukaan tubuh, itu termasuk kritis.

Kedalaman luka dapat memengaruhi fungsi organ tubuh bagian dalam. Luka bakar yang dalam akan memicu munculnya racun yang menjalar secara sistemik dan tak bisa dicegah. Racun itu dapat menempel pada organ dalam tubuh sehingga membuat fungsi organ turun dan memunculkan kegagalan fungsi multiorgan. Kejadian ini dapat membunuh korban.

Pada korban luka bakar akibat ledakan, baik ledakan mercon, ledakan tabung gas, maupun ledakan bom, umumnya mereka juga mengalami gangguan pernapasan. Ledakan itu biasanya menimbulkan pengembangan udara di sekitarnya secara tiba-tiba. Udara yang mengembang itu bisa memicu terbakarnya baju di badan ataupun benda-benda di sekitar korban.

Udara panas beserta bahan-bahan hasil pembakaran gelombang panas yang muncul itulah yang akan dihirup penderita luka bakar. Produk hasil pembakaran itu berasal dari benda-benda di sekitar sumber ledakan yang ikut terbakar, seperti cat rumah, lapisan semen, hingga metal.

Saat cat rumah terbakar, kandungan sulfur dalam cat ikut terurai. Masuknya sulfur yang menyebar dalam udara dan terhirup oleh korban akan sangat membahayakan. Saluran pernapasan korban dapat mengalami iritasi dan mengecil sehingga korban susah bernapas.

Faktor penyerta lain yang bisa memicu parahnya luka bakar, antara lain, usia lanjut lebih dari 50 tahun, usia kurang dari lima tahun, serta adanya berbagai penyakit bawaan, seperti asma, jantung, dan diabetes.

Pertolongan pertama

Penanganan pertama terhadap korban akan sangat memengaruhi kondisi korban selanjutnya. Salah dalam memberikan pertolongan pertama justru bisa memperparah kondisi korban.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X