6 Mitos tentang Menopause

Kompas.com - 21/09/2010, 08:49 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Kaum perempuan biasanya akan gelisah menghadapi masa menopause. Inilah masa dimana akan terjadi perubahan besar secara fisik dan emosional pada diri mereka. Meskipun begitu, banyak gejala yang terjadi sebenarnya hanya merupakan asumsi belaka. Ada beberapa kesalahan fakta mengenai masa transisi ini yang tidak perlu Anda percayai lagi.

1. Menopause terjadi sekitar usia 50 tahun
Itulah rata-rata usia menopause, tapi sebenarnya rentang usianya bisa bervariasi. Beberapa ahli menyebutkan usia 48-55, namun ada juga yang mengatakan rentangnya dari usia 40 sampai 60 tahun. Menopause juga dapat terjadi lebih awal, yang sering disebut menopause dini. Menurut situs WebMD, penyebabnya antara lain faktor genetik, sakit, atau pengobatan tertentu, dan terjadi sebelum usia 40 tahun. Secara teknis, menurut Mayo Clinic, menopause terjadi 12 bulan setelah masa menstruasi terakhir perempuan.

2. Perimenopause, masa-masa sebelum menopause, menciptakan perubahan secara perlahan
Beberapa wanita mungkin mengeluhkan beberapa gejala ringan, tetapi untuk perempuan lain perimenopause bisa dianggap sebagai hujan meteor. Karena tingkat estrogen mulai menurun, Anda dapat mengalami perubahan suasana hati dan menjadi mudah marah, cemas, dan depresi. Anda berharap bisa mengatasinya, namun tidak ada jaminan untuk itu.

3. Hot flashes adalah gejala yang paling umum
Menjelang menopause, terjadi perubahan kadar hormon dengan gejala seperti rasa panas yang berlebihan dan detak jantung yang meningkat selama dua sampai 30 detik. Rasa panas bisa dimulai di wajah atau dada, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini kerap disebut sebagai hot flashes. Namun, hot flashes tidak selalu dialami perempuan menjelang menopause.

Hot flashes terjadi tiba-tiba, dan membuat Anda merasa hangat atau bahkan terasa seperti terbakar. The Mayo Clinic melaporkan empat gejala tambahan yang bisa dialami, seperti rasa lemah, kelelahan, pingsan, dan pusing.

4. Menopause adalah peristiwa alami, jadi hadapi saja
Menopause memang tidak dapat dihindari, namun tidak berarti Anda harus menerima kondisi ini begitu saja. Ada yang menyarankan perempuan untuk menjalani terapi penggantian hormon, namun hal ini masih dianggap kontroversial. Sedangkan ahli diet umumnya menyarankan untuk menambahkan kedelai dan teh hijau dalam menu makan Anda untuk mengurangi gejala tersebut. Apakah Anda juga akan menghadapi masa-masa depresi menjelang menopause? Yang jelas, para peneliti mengatakan bahwa transisi menuju menopause merupakan periode berisiko tinggi untuk menghadapi depresi. Obat-obatan antidepresan dapat membantu, meski inipun masih kontroversial.

5. Ketika menopause, kehidupan seks dan daya tarik Anda memudar
Pada masa ini, Anda mungkin akan merasakan gejala seperti vagina yang mengering, namun ada perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala ini. Karena itu, bila Anda dan suami masih memiliki gairah untuk berhubungan seksual, jangan ragu untuk melakukannya. Untungnya lagi, Anda tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim. Bagaimana dengan daya tarik? Hm... siapa bilang menopause membuat perempuan jadi tidak menarik? Coba lihat Goldie Hawn, Jamie Lee Curtis, atau Kim Basinger.

6. Menopause akan mengubah hidup Anda
Menopause merupakan tahap kehidupan yang menandai akhir masa kesuburan. Namun banyak perempuan beranggapan hal itu tidak akan terasa, dan bukan suatu perubahan besar. Kalaupun menstruasi tidak lagi terjadi, hal ini justru dianggap menyenangkan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X