Mangrove di Muara Bawang Dirusak Tambak

Kompas.com - 01/08/2010, 20:27 WIB
EditorTri Wahono

GEDONG TATAAN, KOMPAS.com - Laju alih fungsi kawasan pesisir di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menjadi tambak kian berlangsung masif. Terakhir, Muara Bawang yang menjadi habitat satwa liar dan kawasan hutan mangrove tersisa di daerah ini luluh lantak oleh tambak.

Berdasarkan pemantauan Kompas, Sabtu (31/7/2010), puluhan hektar areal mangrove yang masih alami di Muara Bawang kini telah berubah menjadi sarana infrastruktur tambak. Ratusan pohon mangrove ditebangi lalu ditimbun dan kini berganti kanal-kanal dan kolam-kolam tambak.

Bahkan, kawasan perbukitan di bagian atas dekat muara dikeruk oleh alat-alat berat. Sehingga, dari kejauhan itu terlihat seper ti bekas-bekas longsoran parah. Perusahaan tambak memapas bukit-bukit ini untuk mendapatkan batu-batu cadas guna material timbunan.

Di Muara Bawang kini berdiri dua usaha tambak baru, dimana satu diantaranya merupakan hasil revitalisasi dari tambak lama. Namun, tambak itu diperluas dan terlihat ikut merusak kawasan mangrove.

Fadliansyah Cholid, Wakil Ketua LSM Cikal (Cinta Kepada Alam) yang mendampingi wartawan ke lokasi, sangat menyayangkan kondisi ini. Sebab, Muara Bawang merupakan habitat berbagai satwa liar macam bebek rawa, belibis, dan elang laut (Haliaeetus leucogaster).

"Satwa-satwa ini memang belum terancam punah di tanah air. Namun, jika Bawang terus dirusak, satwa-satwa ini akan punah, setidaknya di Pesawaran. Karena, ini satu-satunya muara alami yang tersisa di sini," ungkap Fadliansyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Oh Begitu
Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Oh Begitu
Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Oh Begitu
Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Oh Begitu
Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Fenomena
4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Oh Begitu
Apa Itu Eksositosis?

Apa Itu Eksositosis?

Oh Begitu
Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.