Penentuan Waktu Mesir Kuno

Kompas.com - 21/06/2010, 08:40 WIB
EditorA. Wisnubrata

Oleh LUKI AULIA

Kapan sebenarnya raja-raja Mesir seperti Tutankhamun atau Ramses II berkuasa? Pertanyaan ini kerap menjadi sumber perdebatan di kalangan sejarawan. Namun, perdebatan itu akan berakhir dengan munculnya teknik baru penanggalan radiokarbon.

Teknik baru tersebut bisa menentukan dengan akurat periode waktu dan kronologi sejarah dinasti Mesir melalui uji materi organik.

Akhirnya kini kalangan arkeolog memiliki catatan yang akurat mengenai periode waktu dan kronologi sejarah dinasti Mesir kuno, pertengahan, dan kerajaan baru berkat teknik penanggalan radiokarbon (radiocarbon dating).

Teknik ilmiah dengan penanggalan radiokarbon terhadap obyek-obyek Mesir kuno sebenarnya bukan hal baru, tetapi kali ini tim peneliti menggunakan teknik statistik yang dijamin akurat untuk menguji periode sejarah dinasti Mesir.

Penanggalan radiokarbon yang juga dikenal dengan penanggalan carbon-14 adalah suatu teknik yang bisa menentukan usia materi organik secara akurat. Untuk memperoleh penanggalan carbon-14 yang akurat, tim peneliti meneliti 211 sampel jenis tanaman, biji-bijian, papirus, tangkai atau batang, dan buah dari tanaman dan tumbuhan yang ditemukan di dalam kompleks makam para raja atau firaun, termasuk makam Raja Tutankhamun.

Sampel tanaman dan tumbuhan seperti biji-bijian yang sebagian telah berusia lebih dari 4.500 tahun yang lalu itu ”dipinjam” dari koleksi museum-museum di Amerika Serikat dan Eropa.

Salah seorang peneliti dari Oxford University, Thomas Higham, mengatakan, banyak materi organik yang ditemukan di makam-makam kuno Mesir dan lokasi arkeologi lain.

Dalam jurnal Science, Jumat (18/6), tim peneliti memaparkan penghitungan kandungan karbon radioaktif pada artefak-artefak kuno melalui tanaman dan tumbuhan yang pernah ada di sekitarnya. Analisisnya, tanaman dan tumbuhan yang menyerap carbon-14 selama masa pertumbuhannya masih menyimpan isotop radio aktif meski telah membusuk dan mati. Sisa-sisa carbon-14 yang menempel pada artefak-artefak kuno inilah yang kemudian diukur untuk menentukan usianya.

Untuk menjamin sampel benar-benar terbuat dari materi organik yang tumbuh di saat yang sama saat artefak dibuat, tim peneliti tidak menguji artefak berbahan kayu atau tulang, tapi hanya menguji bahan pangan, tekstil, dan keranjang.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X