Ingin Investasi Ternak, Datanglah ke Kapuas - Kompas.com

Ingin Investasi Ternak, Datanglah ke Kapuas

Kompas.com - 20/03/2010, 09:41 WIB

KUALAKAPUAS, KOMPAS.com - Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) potensial untuk pengembangan komoditi ternak karena memiliki ketersediaan lahan yang mendukung. "Karena budidaya ternak tidak memerlukan lahan yang subur," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas, Yansi Rani, di Kuala Kapuas, Sabtu (20/3/2010).
     
Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.999 kilometer persegi yang terbagi atas wilayah pasang surut dan non pasang surut cocok untuk budidaya ternak baik ternak besar, ternak kecil, maupun ternak unggas.
      
Ia mengatakan komoditi yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara besar-besaran katanya yakni sapi potong, kambing, babi, ayam buras, ayam pedaging, ayam petelur, dan bebek.
     
Potensi pengembangan komoditi ternak di wilayah itu katanya didukung oleh ketersediaan lahan, rumput alam dan limbah pertanian yang melimpah, tersedianya tenaga kerja dan sarana transportasi serta pemasaran hasil produksi.
     
Yansi mengatakan kantong-kantong ternak yang telah ada dan dapat dilipat gandakan produksinya yakni seperti sapi potong di Kecamatan Basarang, Kapuas Kuala, Kapuas Murung, Mantangai, Kecamatan Selat dengan sentra produksi di Kecamatan Basarang.
     
Kemudian ternak kambing di Kecamatan Basarang, Kapuas Kuala, Kapuas Murung, Mantangai, Selat Pulau Petak dan Kapuas Timur dengan sentra produksi di Kecamatan Mantangai. Selanjutnya ternak babi di Kecamatan Kapuas Barat, Kapuas Hilir, Selat, Mantangai, Timpah dan Basarang dengan sentra produksi di Kecamatan Kapuas Hilir.
     
Ternak ayam pedaging atau ayam ras di Kecamatan Basarang, Selat, Kapuas Timur, Pulau Petak dan Kapuas Hilir dengan sentra produksi di Kecamatan Basarang. Ayam buras di Kecamatan Basarang, Kapuas Kuala, Kapuas Murung, Mantangai, Kapuas Timur, Kapuas Hilir, Pulau Petak dan Selat dengan sentra produksi di Kecamatan Selat.
     
Ayam petelur atau ayam arab tersebar di 12 kecamatan dengan sentra produksi di Kacamatan Kapuas Murung, ternak bebek di Kecamatan Kapuas Murung, Kapuas Kuala, Selat, Pulau Petak, Kapuas Hilir dan Kapuas Timur dengan sentra produksi di Kecamatan Kapuas Kuala.
     
Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kapuas ini mengatakan populasi ternak tersebut ada yang mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dan ada juga yang mengalami penurunan walaupun tidak signifikan.
     
Populasi sapi potong pada tahun 2008 sebanyak 9.056 ekor, mengalami kenaikan pada tahun 2009 sebanyak 2,4 persen menjadi 9.281 ekor, kambing pada tahun 2008 sebanyak 11.016 ekor mengalami kenaikan sebesar 2,3 persen menjadi 11.279 ekor pada tahun 2009.
     
Sedangkan populasi ternak yang mengalami penurunan yakni bebek sebesar 1,4 persen dari 87.099 ekor pada tahun 2008 menjadi 86.628 ekor pada tahun 2009, ayam petelur dari 47.137 ekor mengalami penurun sebesar 1,4 persen dari populasi pada tahun 2008 sebanyak 48.930 ekor.
     
Pihaknya menargetkan sasaran produksi peternakan pada tahun 2010 seperti populasi ternak, produksi daging dan telur mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. "Untuk menunjang pelayanan kepada petani peternak telah didirikan pos pelayanan terpadu di Lamunti B1 Kecamatan Mantangai untuk memberikan pelayanan seperti kesehatan hewan, inseminasi buatan dan penyuluhan peternakan," katanya.


EditorAbi

Close Ads X