Agar Pembuluh Darah Terus Lancar

Kompas.com - 12/02/2010, 11:16 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com - Seusai menjalani pemasangan stent dalam pembuluh darah koroner-nya, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, dinyatakan dalam kondisi baik. Clinton (63) sejak beberapa tahun lalu menderita penyakit jantung koroner dan kemarin (11/2) ia mengeluhkan nyeri dada.

Keluhan nyeri dada dan sesak napas seringkali menjadi tanda penyempitan pembuluh darah koroner. Meski pada tahun 1994 Clinton telah menjalani operasi bedah pintas koroner (by pass jantung) penyempitan kembali (restenosis) mungkin terjadi. Jalan keluarnya dokter akan melakukan pemasangan stent untuk membuka sumbatan.

Penyempitan atau sumbatan di dinding pembuluh darah disebabkan oleh deposit lemak, terutama kolesterol. Penyempitan itu berlangsung selama bertahun-tahun terus tumbuh dari dinding pembuluh darah ke dalam lumen (rongga) sehingga menyebabkan hambatan aliran darah.

Untuk melancarkan kembali pembuluh yang tersumbat, dulu dokter melakukan operasi pintas koroner. Dalam perkembangannya, penyumbatan pembuluh darah diatasi tanpa operasi, yakni pemasangan stent melalui kateter.

Pola hidup tidak sehat diyakini sebagai penyebab penting penyakit jantung koroner (PJK). Menurut orang-orang terdekatnya, Clinton termasuk orang yang gila kerja atau workaholic. "Ia bekerja 20 jam sehari selama lebih dari 20 tahun," kata George Stephanopoulos yang pernah bekerja untuk Clinton di Gedung Putih, seperti dikutip ABC News.

Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab penyakit jantung. Sebab terbukti, penyakit pembuluh darah itu berada di peringkat teratar dan  hampir 25 persen kematian  akibat  sakit  jantung  pembuluh  menyerang  pasien  yang perokok. Faktor lain adalah kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga terkena penyakit kardiovaskular, serta diabetes. Sejak beberapa tahun lalu diabetes dianggap sebagai faktor risiko tertinggi.

Sebagaimana diketahui PJK disebabkan proses aterosklerosis alias penumpukan plak di pembuluh darah. Sekali orang mengalami aterosklerosis, pembuluh darahnya tidak bisa kembali bersih seperti sediakala. Untuk mencegah PJK, perubahan gaya hidup sehat menjadi satu-satunya cara.   

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.