Harimau Jawa Masih Ada di Wonogiri?

Kompas.com - 09/02/2010, 14:30 WIB
EditorAbi

WONOGIRI, KOMPAS.com — Harimau jawa (Panthera tigris sondaica) yang dianggap punah dilaporkan masih ada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. "Harimau tersebut sudah jarang ditemukan, tetapi dari hasil keterangan warga di sekitar hutan Wonogiri masih ada," kata Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wilayah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Roby R, di Wonogiri, Selasa (9/2/2010).

Kucing besar itu diduga berada di kawasan hutan di bawah Perhutani BKPH Purwantoro seluas sekitar 4.800 hektar meliputi Kecamatan Kismantoro, Purwantoro, Slogoimo, dan Jatiroto. Menurut Roby, karena binatang itu tidak mengganggu kehidupan warga sekitar maka mereka tidak memburunya.

Adapun wilayah Perhutani di antaranya berupa hutan lindung yang masih memungkinkan dijadikan tempat tinggal harimau. Meski beberapa orang mengaku melihatnya, tetapi petugas Perhutani setempat yang memeriksa dan melaporkan rutin setiap tiga bulan tidak pernah menjumpai atau menyebutkan adanya harimau jawa.

"Petugas kami di lapangan hanya melaporkan hewan yang sering ditemui di hutan Wonogiri, antara lain kera, kijang, ayam hutan, dan burung betet. Tetapi mereka tidak pernah menemui harimau," katanya.

Dikatakan Roby, laporan resmi itu berbeda dengan cerita warga sekitar pertapaan Girimanik, Desa Kitren, Kecamatan Slogoimo, yang mengaku sering melihat harimau. "Harimau itu turun jika ada warga yang membuat api unggun di kawasan itu," katanya.

Asper BKPH Wonogiri Budi Rusmanto menjelaskan, petugas di lapangan tidak pernah melaporkan temuan harimau jawa karena mereka tidak pernah melihat secara langsung jenis binatang itu. Namun, katanya, pada tahun 2009 petugas mendapat informasi dari warga tentang seekor harimau relatif besar yang melintasi jalan di kawasan hutan setempat yang mereka sebut sebagai Alas Kethu, Kabupaten Wonogiri.

"Warga tidak tahu apakah itu macan tutul atau harimau jawa yang dikabarkan punah itu," katanya. Namun berdasar cerita warga, ia memperkirakan bahwa yang terlihat itu harimau jawa karena cirinya, antara lain, garis bulu berwarna kuning hitam.

Sejumlah warga sekitar Gunung Kotak, Kabupaten Wonogiri, menduga harimau jawa masih ada di kawasan perbatasan antara Wonogiri dan Ponorogo, Jawa Timur, itu.

Seorang warga RT 04 RW 05 Dukuh Growong, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Pomo (55), mengaku pernah melihat bekas telapak kaki harimau sebesar tangannya yang diduga jenis harimau jawa.

Warga setempat menyebut harimau jawa sebagai "macan gembong" yang memang merujuk pada harimau dan bukan macan. Informasi tentang kepunahan harimau jawa memang tampaknya masih simpang siur. Penelusuran di internet tentang kepunahan harimau jawa antara lain pada era 1980-an.

Masyarakat setempat, katanya, hingga saat ini masih yakin bahwa jenis harimau jawa itu masih ada di wilayahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.