Jalan Kaki di Mal, Olahraga Baru?

Kompas.com - 26/01/2010, 10:12 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com — Olahraga ringan seperti berjalan kaki ternyata punya manfaat besar, antara lain mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, menjaga berat badan, dan mengontrol tekanan darah. Bahkan, Bapak Kedokteran Hipokrates menyebut jalan kaki sebagai obat terbaik untuk manusia.

Olahraga jalan kaki idealnya memang dilakukan di ruang terbuka. Namun, karena berbagai alasan, terutama polusi dan keterbatasan ruang publik, banyak orang perkotaan lebih memilih kegiatan jalan kaki di ruang tertutup, salah satunya di mal atau pusat perbelanjaan.

Menurut Sara Donovan, penulis buku Mall Walking Madness: Everything You Need to Know to Lose Weight and Have Fun at the Same Time, kegiatan jalan kaki di mal mulai populer sejak dibukanya mal pertama di Amerika Serikat, the Stockdale, di Minnesota tahun 1956.

Pada masa itu para dokter menganjurkan pasien-pasien yang baru pulih dari perawatan penyakit jantung untuk berjalan kaki di the Stockdale karena bebas dari cuaca. Maklum saja, di kota tersebut cuaca sering bersalju dan berangin kencang.

"Orang-orang yang ingin berolahraga lalu mendatangi mal Stockdale yang didukung oleh manajemen toko yang menutup tokonya lebih awal agar bisa dipakai berolahraga," kata Donovan.

The Mall of America di Bloomington, Minnesota, AS, sejak dibuka tahun 1992 bahkan menawarkan program berjalan kaki. Mal ini dibuka lebih pagi, yakni pukul 7 pagi sebelum toko-toko buka untuk mengakomodasi para pejalan kaki. Luas seluruh mal ini kira-kira 0,9 km persegi, lumayan untuk berolahraga.

Beberapa mal lain kemudian menawarkan program serupa. Selain untuk orang lansia, kegiatan jalan kaki di mal ini diminati wanita hamil atau ibu yang baru melahirkan. "Para ibu bisa mengajak bayinya dengan memakai stroler," kata Donovan.

Berjalan kaki di mal dinilai lebih aman daripada di udara terbuka. "Cuaca di sini sangat dingin, sedangkan di mal cuaca lebih hangat. Kami juga tak perlu khawatir terpeleset. Selain itu juga ada fasilitas kesehatan yang siap membantu bila ada yang terkena serangan jantung," kata Elayne Gilhousen yang rutin berjalan kaki di mal bersama suaminya selama 17 tahun terakhir ini.

Menurut pakar kesehatan, kegiatan jalan kaki termasuk latihan kardio yang bisa menguatkan jantung karena saat berjalan kaki, tubuh digerakkan secara ritmis tanpa henti untuk jangka waktu tertentu dan melibatkan banyak sendi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X