Ayo Kenali Masalah Listrik!

Kompas.com - 06/12/2009, 12:56 WIB
Editorwsn

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahukah Anda? Konsumsi listrik di Jakarta pada tahun 2007 hampir mencapai 23 persen total konsumsi listrik seluruh Indonesia. Sedangkan di akhir tahun 2005 cadangan listrik di Jawa-Bali hanya tinggal 120 megawatt padahal idealnya cadangan minimum listrik yang harus tersedia sebesar 600 megawatt.

Secara global, sektor ketenaga listrikan telah menyumbang hampir 40 persen emisi karbon. Data di atas dipaparkan dalam papan-papan di zona listrik Green Festival Jakarta, Minggu (5/12) yang digelar di Parkir Timur Senayan.

Selain memaparkan kondisi ketenaga listrikan saat ini, zona listrik juga memperlihatkan data dari mana listrik berasal, grafik penggunaan listrik di Jawa, Madura, dan Bali yang menunjukkan penggunaan listrik terbesar terjadi pada pukul 18.00-20.00 serta beberapa tips menghemat listrik misalnya menghemat listirk pada kulkas, kipas angin, pendingin ruangan dan televisi.

Untuk menghemat listrik pada kulkas misalnya, dengan menutup pintu kulkas dengan rapat atau tidak memasukkan makanan atau minuman panas ke dalam kulkas. Selain memaparkan data, zona listrik Green Festival juga memutar video kartun lingkungan yang menyerukan untuk mengganti bohlam lampu dengan yang lebih hemat.

Tersedia pula informasi mengenai sumber energi alternatif seperti tenaga angin, panas bumi, air, energi surya, dan geothermal. Disampaikan bahwa energi geothermal merupakan energi yang dihasilkan dari interaksi panas batuan dengan air yang mengalir di sekitarnya. Interaksi tersebut kemudian menghasilkan uap yang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Zona listrik adalah salah satu zona yang tersedia di area Green Festival 2009 yang digelar di Parkir Timur Senayan Jakarta 5-6 Desember. Jumlah pengunjung yang memadati zona ini cukup banyak mulai dari anak-anak, remaja hingga orangtua.

Green Festival 2009 merupakan kampanye tahunan isu pemanasan global diselenggarakan Green Initiative Forum di Parkir Timur Senayan Jakarta, 5-6 Desember. Tujuannya untuk membangun kesadaran masyarakat dan menyebarluaskan isu pemanasan global.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X