Sel Surya Dibangun

Kompas.com - 05/12/2009, 03:34 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pada Tahun 2010, pemerintah menyiapkan pembangunan pabrik sel surya yang mampu memasok listrik hingga 50 megawatt per tahun. Langkah ini akan mengalihkan ketergantungan Indonesia terhadap produk sel surya yang selama ini diimpor.

”Ada dua alternatif sel surya yang akan diproduksi, yakni yang mampu memproduksi listrik dengan cepat serta sel surya yang lambat. Untuk membangun pabrik sel surya yang lambat itu diperlukan Rp 40 miliar-Rp 50 miliar investasi. Sementara ini, saya sudah menerima rencana kerja pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dari Len (PT Len Industry Persero) yang, antara lain, berisi rencana pembangunan pabrik itu,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (4/12).

Menurut Hatta, pemerintah akan mendorong industri panel surya domestik karena sumber tenaga listrik ini akan diarahkan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah yang tingkat elektrifikasinya rendah.

Produk sel surya Len akan dipasarkan ke semua wilayah, tetapi pemerintah akan mengutamakan penggunaannya di daerah terpencil atau pulau terluar yang belum tersentuh listrik. ”Sel surya ini bukan sekadar produk diversifikasi pembangkit listrik, melainkan sumber untuk meningkatkan elektrifikasi. Sel surya ini lebih murah pemeliharaannya dan mudah penggunaannya, tetapi investasinya memang butuh dana cukup besar,” ujarnya.

Dalam kaitan itu, pemerintah mencari potensi pendanaan dari luar APBN, antara lain dari BUMN. Hal ini memungkinkan karena peluang usaha dalam industri panel surya sangat menjanjikan dan menguntungkan untuk dikomersialkan.

”Jadi, kemungkinannya nanti akan ada dukungan BUMN dan Len pelaksananya. Sebab, di Len sendiri sudah dikembangkan pabrik sel surya mini dengan kapasitas sekitar 8.000 watt dengan sel surya,” ujar Hatta.

Dibangun di Bandung

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di pasar internasional dikenal dua jenis sel surya yang banyak diperdagangkan, yakni crystalline silicon dan thin film (kertas film tipis). Harga jual crystalline silicon juga berlainan. Untuk multi-crystalline silicon 1,98 dollar AS atau Rp 19.800 per watt, sedangkan untuk jenis mono-crystalline silicon 2,7 dollar AS atau Rp 27.000 per watt.

Adapun harga jenis thin film terendah mencapai 1,76 dollar AS per watt. Len adalah BUMN yang berencana mengoperasikan pabrik panel surya pada 2011. Pabrik akan dibangun di Bandung, di lingkungan Kantor PT Len Industri. Pada tahap awal, kapasitas produksi diperkirakan sekitar 25 MW.

Sebelumnya, Dirut PT Len Industri Wahyuddin Bagenda menyebutkan, produksi 50 MW kemungkinan baru tercapai tahun 2014. Produksi diupayakan menjadi 100 MW hingga menjadi 250 MW pada 2025 (Kompas, 8 Oktober 2009).

Panel surya adalah alat untuk menyerap sinar matahari yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik. Panel itu berbentuk lempeng bersegi empat.

Len memperhitungkan, nilai investasi untuk pabrik sekitar Rp 1,25 triliun jika yang diproduksi adalah teknologi thin film. Kepastian proyek ini menunggu keputusan presiden. (OIN)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X