Ada Tulisan di Kain Kafan Turin

Kompas.com - 21/11/2009, 13:00 WIB
Editorwsn

Tapi Raymond Rogers dari Laboratorium Nasional Los Alamos, 2005, mengatakan bahwa serat yang dulu diuji diambil dari tambalan yang digunakan untuk memperbaiki kafan itu setelah terbakar.

Rogers, yang meninggal tak lama setelah mempublikasikan temuannya, memperhitungkan bahwa usia kafan itu 1.300 hingga 3.000 tahun, dan sangat mungkin berasal dari jaman Yesus.

Suatu penelitian lain, dari Universitas Ibrani (Hebrew University), menyimpulkan bahwa pola sebuk sari dan tumbuhan pada kafan itu berasal dari daerah sekitar Yerusalem dari suatu masa sebelum abad kedelapan.

Sementara berkas huruf-huruf yang tersebar pada permukaan kafan itu telah ditemukan sejak puluhan tahun lalu, tapi para peneliti mengesampingkan hal ini karena adanya hasil tes penanggalan radiokarbon itu, jelas Frale.

Meski begitu, ketika Frale mengambil potongan kata-kata dari foto kafan yang telah diperjelas dan menunjukkannya pada para ahli, mereka setuju bahwa gaya penulisannya cocok dengan yang lazim dipakai di Timur Tengah pada abad pertama - yaitu jaman Yesus.

Frale juga percaya bahwa juru tulis jaman dulu menuliskan kalimat yang ditempel pada kafan di atas daerah wajah sehingga jenazah bisa dikenali oleh keluarga dan kemudian dimakamkan dengan layak. Kandungan logam pada tinta yang digunakan jaman itu memungkinkan tulisan itu meresap pada kain linen, kata Frale.

Ia mengatakan bahwa setidaknya ada 11 kata yang ia temukan dari citra-citra yang diproduksi oleh para ilmuwan Perancis pada penelitian tahun 1994. Kata-kata itu terputus-putus dan tersebar di sekitar daerah kepala dari citra itu, simpang-siur pada kain secara vertikal dan horizontal.

Suatu deretan pendek dari huruf-huruf Aram belum diterjemahkan sepenuhnya. Namun bagian lain tertulis dalam Bahasa Yunani - "iber" - kemungkinan merujuk pada Kaisar Tiberius, yang berkuasa pada waktu Yesus disalibkan, kata Frale. Ia mengatakan bahwa tulisan itu sebagian mengkonfirmasi kisah Injil tentang saat-saat terakhir Yesus.

Potongan lain dalam bahasa Yunani bisa diartikan "diturunkan (dari salib) pada jam kesembilan." Ini bisa saja merujuk pada waktu kematian Yesus yang dilaporkan juga dalam teks suci keagamaan, katanya.

Dalam bukunya "The Shroud of Jesus Nazarene" ('Kafan Yesus dari Nazaret'), yang diterbitkan berbahasa Itali, Frale merekonstruksi penghurufan pada kafan yang ia percayai sebagai isi dari sertifikat kematian Yesus, yaitu: "Yesus dari Nazaret. Terbukti (bersalah memicu pemberontakan rakyat). Dihukum mati pada tahun ke-16 dari masa Tiberius. Diturunkan pada jam kesembilan."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Danau Tersembunyi di Planet Mars Tak Mengandung Air, Apa Isinya?

Danau Tersembunyi di Planet Mars Tak Mengandung Air, Apa Isinya?

Fenomena
Paus Tak Tenggelam Saat Telan Banyak Air,  Apa Rahasianya?

Paus Tak Tenggelam Saat Telan Banyak Air, Apa Rahasianya?

Oh Begitu
Tak Terjadi Alami, Simpanse Juga Butuh Latihan untuk Gunakan Alat

Tak Terjadi Alami, Simpanse Juga Butuh Latihan untuk Gunakan Alat

Oh Begitu
Mengenal Resistensi Antimikroba, Apa Itu?

Mengenal Resistensi Antimikroba, Apa Itu?

Oh Begitu
Berusia 190 Tahun, Jonathan Pecahkan Rekor Jadi Kura-kura Tertua di Dunia

Berusia 190 Tahun, Jonathan Pecahkan Rekor Jadi Kura-kura Tertua di Dunia

Oh Begitu
Mengenal Gejala KIPI Vaksin Anak dan Cara Penanganannya Usai Vaksinasi

Mengenal Gejala KIPI Vaksin Anak dan Cara Penanganannya Usai Vaksinasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

Oh Begitu
Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.