Inilah 10 Prinsip Bijak Perempuan Selamatkan Bumi

Kompas.com - 19/11/2009, 17:46 WIB
Editormsh

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari mengatakan, dalam perannya sebagai pendidik, perempuan dapat mendidik anak-anaknya dan masyarakat sekitarnya untuk mencintai lingkungan. Hal ini dapat dimulai dengan mengajak mereka menanam dan memelihara pohon serta mendidik anak-anak tidak mengganggu dan membunuh binatang.

"Juga mengajarkan penghematan pemakaian sumber daya rumah tangga, seperti air, energi untuk memasak, energi penerangan, dan alat rumah tangga lain. Termasuk menyadarkan anak dan masyarakat untuk mengurangi pemakaian zat polutan dan lain sebagainya," kata Linda Amalia Sari pada peluncuran buku State of World Population 2009, Kamis (19/11) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Linda menjelaskan, banyak perempuan Indonesia yang mampu menggerakkan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan yang kritis, bahkan beberapa di antaranya telah mendapat penghargaan Kalpataru. Sebagai contoh, pemenang Kalpataru tahun 2002 untuk kategori Pengabdi Lingkungan diberikan kepada Ibu Endang Maryatun. Selain itu, Ir Tri Mumpuni menciptakan Energi Listrik Mikrohidro dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, yang merupakan pemenang Kalpataru tahun 2005.

Juga ada Katrina Koni, seorag ibu yang berhasil menghijaukan lahan kritis dengan tanaman kayu-kayuan di Dusun Pokapaka, Desa Malimada, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat, NTT.

Menurut Menneg PP dan PA, perempuan pada dasarnya mempunyai dasar kehidupan untuk beradaptasi dan bermitigasi untuk memelihara. Selain itu, sebagian besar perempuan masih menyimpan kearifan lokal yang diwariskan nenek moyangnya. Karena itu, mereka adalah aset penting bagi pemberdayaan, pemeliharaan, dan pencegahan lingkungan dari kerusakan.

Dalam menyikapi pemanasan global, keseimbangan bumi, dan lingkungan hijau, ada 10 prinsip bijak perempuan untuk menyelamatkan Bumi. Pertama, perlakukan tanah secara bijak, bangun rumah di lahan perumahan yang tidak merusak hutan. dan jangan mengubah lahan pertanian menjadi hunian, pabrik, ataupun mal.

Kedua, tingkatkan kualitas hidup. Kendalikan pertumbuhan penduduk dan kurangi hidup boros. Ketiga, budayakan prinsip 3R, yaitu reduce atau kurangi penggunaan benda sekali pakai buang, reuse atau manfaatkan air limbah menjadi air bersih, dan recycle yang berarti daur ulang sampah menjadi kompos.

Keempat, hemat energi. Gunakan energi alam matahari, angin, air, energi bio dari tanaman atau kotoran binatang, serta gunakan listrik atau alat elektronik seperlunya.

Kelima, hemat air. Gunakan air bersih secukupnya, jangan biarkan air terbuang dan buat resapan air.

Keenam, transportasi yang efisien. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk menurunkan gas CO2 yang memicu pemanasan global.

Ketujuh, tanam pohon untuk menyerap CO2. Di setiap rumah, minimal ada dua pohon di pejarangan atau di dalam pot agar udara bersih dan sehat. Kedelapan, kelola sampah menjadi berkah dan bermanfaat. Sampah dipisah. Sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik didaur ulang.

Kesembilan, hindari tas plastik. Sebagai ganti, pakai tas kain untuk belanja atau membawa makanan dengan serbet kain atau tempat makanan yang dapat dipakai lagi.

Kesepuluh, hindari pemakaian bahan kimia karena bahan kimia dapat mencemari tanah. Gunakan pewarna alami atau gunakan ampas kelapa untuk mengepel.  



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X