Kotoran Sapi Terangi 98 Rumah

Kompas.com - 07/08/2009, 15:03 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Sebanyak 96 kepala keluarga (KK) atau 480 jiwa penduduk kampung Cihurang dan Batulawang, desa Cijayana, Mekar Mukti, Garut, kini mendapat pasokan 3.000 watt energi listrik yang bersumber dari biogas limbah kotoran sapi.
    
"Pemanfaatan biogas limbah tersebut, selain dijadikan bahan bakar pengganti minyak solar bagi generator berkapasitas 3.000 watt energi listrik, juga digunakan masyarakat setempat untuk menyalakan tungku api keperluan memasak," ungkap Camat Mekar Mukti Ganda Permana, ketika dihubungi, Jumat.
    
Namun, menurut Camat, kapasitas energi yang terpakai sekitar 1.600 watt atau setiap rumah penduduk mendapatkan pasokan energi rata-rata 20 watt, termasuk seluruh perkampungan itu bisa terang benderang pada setiap malam.
    
Kampung tidak seperti selama ini, gelap gulita setiap mulai menjelang malam hingga keesokan dini harinya, karena belum tersentuh jaringan instalasi listrik, katanya. Sedangkan produk limbah kotaran sapi diperoleh dari ratusan ekor sapi yang dipelihara 96 KK dari kedua perkampungan itu, walaupun mereka umumnya hanya sebagai pemelihara ternak sapi titipan milik penduduk dari kampung lainnya.
    
Warga Kampung Cihurang dan Batulawang umumnya berkondisi ekonomi di bawah garis kemiskinan, sehingga masih memerlukan berbagai bantuan stimulan ekonomi dari berbagai kalangan, tidak cukup hanya mendapatkan bantuan dari pihak PT. PLN dalam mewujudkan perkampungan energi, ujar Camat Permana.
    
Terlebih lagi lokasi kedua kampung itu, selama ini sangat terisolir berjarak tempuh sejauh 120 km arah selatan dari pusat Kota Garut melalui lintasan Kecamatan Pameungpeuk dengan kondisi ruas jalan cukup mulus

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X