LIPI Tak Pernah Rekomendasikan Pemindahan Komodo

Kompas.com - 29/07/2009, 12:23 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil penelitian di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tidak pernah merekomendasikan pemindahan komodo dari habitatnya ke penangkaran di Pulau Bali. Hal tersebut disampaikan salah satu ilmuwan dari Pusat Penelitian Biologi LIPI menanggapi pernyataan Menteri Kehutanan yang menyatakan bahwa rencana tersebut dilakukan setelah berkonsultasi dengan LIPI.

Sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 384/Menhut-II/2009 tanggal 13 Mei 2009, pemerintah memberikan izin menangkap 10 ekor Komodo dari Cagar Alam Wae Wuul, yang ada di Pulau Flores untuk dipindahkan ke taman safari di Pulau Bali. Alasannya hal tersebut untuk menyelamatkan komodo yang terancam punah di habitatnya.

"Tindakan penangkapan komodo di alam dan dipindahkan ke penangkaran ex-situ merupakan tindakan spekulatif dan tidak berdasar kajian ilmiah yang mendalam," ujar M. Syamsul Arifin Zein, anggota Tim Peneliti Kajian DNA Molekuler Komodo, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI dalam email yang dikirimkan kepada Kompas.com.

Ia menyatakan hasil penelitian yang dilakukan LIPI menunjukkan bahwa populasi komodo di Pulau Flores sudah sangat sedikit. Survei terakhir yang dilakukan BBKSDA (Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam) dan KSP (Komodo Survival program) tahun 2008 hanya menemukan 10 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul, Flores.

"Data ini semakin menambah keprihatinan kita atas rencana pemindahan komodo dari Pulau Flores ke penangkaran ex-situ. Penyelamatan yang perlu dilakukan seharusnya meningkatkan program konservasi di alam untuk menjaga sumber daya genetika komodo di Pulau Flores," ujarnya.

Ia justru mempertanyakan hasil kajian mana yang dipakai Menteri Kehutanan untuk mengambil keputusan tersebut. Sebab, satu-satunya penelitian komodo di LIPI saat ini dilakukan Tim Peneliti Kajian DNA Molekuler Komodo yang merupakan gabungan tim peneliti dari Laboratorium Genetika dan Herpetologi, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI. Penelitian ini sudah berlangsung sejak tahun 2004 bekerja sama dengan Universitas Florence Italia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.