Bupati di Flores Dukung Penolakan Pemindahan Komodo ke Bali

Kompas.com - 25/07/2009, 23:47 WIB
Editor

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gerakan Pelestarian Komodo Flores yang menolak pemindahan komodo dari Wae Wuul, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur ke Bali didukung oleh bupati dan wakil bupati di Flores, yakni Bupati Ende Don Bosco M Wangge, dan Wakil Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin.

"Saya amat mendukung gerakan ini. Pihak yang mengupayakan pemindahan komodo dari Flores ke Bali perlu dicuci otak dengan sabun sampai bersih. Alasan pemindahan jika di Bali ada fasilitas yang lengkap, kalau cuma soal fasilitas, ya tinggal dibangun di Flores atau habitat di mana populasi komodo berada. Sebab perlengkapan bisa dipindah, tapi komodo kalau dipindah ke luar habitatnya apa tidak mencari masalah?" ujar Don, Sabtu (25/7).

Menurut Don, pemindahan komodo ke Bali dalam aspek pariwisata juga sangat merugikan NTT secara keseluruhan.

"Bagi saya rencana pemindahan itu aneh. Habitat asli komodo di Flores malah dipindah ke tempat lain yang sama sekali berbeda habitatnya. Dan kaitannya dengan pariwisata, jika komodo dipindah ke Bali, maka dari tiga kawasan Bali, NTB dan NTT, kue pariwisata akan lebih banyak mengalir ke Bali dan NTB," kata Yoseph.

Wakil Bupati Manggarai Deno Kamelus berpendapat, jika memang SK menteri kehutanan dinilai menyimpang sebaiknya dilakukan gugatan hukum.

"Saran saya silakan pihak yang berkeberatan menggugat di peradilan tata usaha negara. Sebagai ahli hukum saya siap membantu," kata Deno.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat berupaya memindahkan 5 pasang komodo (Varanus komodoensis) dari Wae Wuul ke Taman Safari Bali di Gianyar.

Hal itu menuai reaksi keras dari banyak pihak, salah satunya lewat gerakan Pelestarian Komodo Flores yang menggalang tanda tangan dari masyaraka t se-Flores. Penandatanganan dilakukan Sabtu, di kantor Provinsi Societas Verbi Divini (SVD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores.

"Sampai pukul 14.30 sudah terkumpul 121 tanda tangan, dan ini akan terus bertambah, sebab kesempatan bagi masyarakat luas yang hendak turut dalam gerakan ini akan kami tunggu hingga minggu depan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke Menteri Kehutanan MS Kaban," kata promotor gerakan Pelestarian Komodo Flores, Rofino Kant.

Dalam aksi itu mengusung beberapa poin penting yang menjadi tuntutan, pertama agar dicabut Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.384/Menhut-II/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang pemberian izin dalam upaya pemurnian genetik untuk menangkap 10 ekor komodo yang dilindungi undang-undang di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT.

Berikutnya meminta BKSDA NTT tidak melaksanakan keputusan SK menteri kehutanan tersebut, dan guna pelestarian komodo mendesak pihak departemen kehutanan membangun fasilitas yang memadai di daerah terdapat komodo, khususnya di kawasan Pulau Flores.

"Kami juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di NTT, dari gubernur, para bupati, walikota, dan DPRD menolak SK menteri kehutanan itu. Kami benar-benar prihatin dengan rencana pemindahan komodo ini, apalagi ke Taman Safari, itu kan kebun binatang dan sifatnya komersial. Yang patut dipertanyakan, apakah pemindahan komodo ke Bali itu gratis?" ujar Rofino dengan nada bertanya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.