Bangun Pusat Konservasi Komodo di Flores

Kompas.com - 25/07/2009, 08:35 WIB
Editor

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Untuk pemurnian genetik komodo (Varanus komodoensis) di kawasan konservasi sumber daya alam Wae Wuul, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebaiknya dibangun pusat konservasi secara khusus di Pulau Flores.

Komodo di Flores justru jangan dipindah ke tempat lain yang bukan habitat aslinya. Namun, pada kenyataannya memang bertolak belakang sehubungan dengan rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan 5 jantan dan 5 betina komodo dari Wae Wuul ke Taman Safari Bali di Gianyar.

Untuk pemurnian genetik komodo di Flores tentu harus diutamakan kegiatan di habitat yang asli, bukan malah dibawa ke tempat lain. "Jadi sebaiknya fasilitas di Wae Wuul yang ditingkatkan untuk konservasi komodo," kata Ketua Komodo Survival Program (KSP) Jeri Imansyah, Jumat (24/7), yang dihubungi dari Ende, Flores.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak departemen kehutanan dalam upaya mencegah kepunahan komodo merencanakan pemindahan 5 pasang komodo dari Wae Wuul ke Taman Safari Bali.

Rencana pemindahan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.384/Menhut-II/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang pemberian izin menangkap 10 ekor komodo yang dilindungi undang-undang di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT.

Jeri berpendapat, pemindahan komodo mungkin saja dilakukan jika daya dukung habitatnya tidak memungkinkan lagi seperti karena bencana alam. Tapi kondisi sekarang di Wae Wuul relatif aman.

Menurutnya, berdasarkan penelitian populasi komodo yang dilakukan tahun 2008 saja, jumlah komodo di Wae Wuul sebanyak 10 ekor.

"Dari teori konservasi populasi, jika populasi satwa kurang dari 100 ekor, maka itu dalam kondisi berbahaya menuju kepunahan," ujarnya.

Jeri juga mengemukakan, saat ini KSP juga sedang melakukan penelitian populasi komodo untuk memutahirkan data terbaru, dan informasi sementara dari tenaga KSP di lapangan jumlah populasi komodo 12 ekor di Wae Wuul. Data itu memang berbeda dengan hasil penelitian BKSDA NTT bahwa populasi komodo di Wae Wuul tersisa 17 ekor.

Sementara itu, pemerhati lingkungan di Manggarai, Rofino Kant, secara terpisah menyatakan, komodo di Flores merupakan aset berharga sekaligus juga ikon kebanggaan masyarakat Flores, sehingga pemindahan komodo ke Bali harus dicegah.

Rofino juga sepaham dengan Jeri, apabila pemerintah pusat bermaksud melakukan pemurnian genetik komodo di Wae Wuul, sebaiknya justru fasilitas setempat yang harus ditingkatkan, bukan komodonya yang dipindah.

Pemerintah pusat mestinya membantu pengadaan fasilitas yang memadai konservasi komodo di kawasan Flores, kata Rofino.

Dia juga mengutip peneliti Claudio Ciofio dari Kebun Binatang San Diego, Amerika Serikat, bahwa populasi komodo di Pulau Flores hanya terdapat di Wae Wuul, dan Wae Teber Watu Pajung, Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.