Laut Sawu Masuk Kawasan Segitiga Emas Karang Dunia

Kompas.com - 29/06/2009, 15:59 WIB
Editor

KUPANG, KOMPAS.com — Perairan Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam kawasan segitiga emas karang dunia (the coral triangle) yang memiliki keanekaragaman hayati dan terumbu karang yang tersebar luas berikut berbagai spesies yang hidup.

Perairan itu juga sebagai perlintasan bagi 14 jenis ikan paus dan habitat bagi lumba-lumba, duyung, ikan pari manta, dan penyu, serta merupakan jalur utama pelayanan nasional.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTT Ana Salean, di Kupang, Senin (29/6), mengatakan, sebagai the coral triangle, Laut Sawu menyimpan lebih dari 65 persen potensi lestari sumber daya ikan, tetapi juga menyimpan persoalan, seperti perusakan karang.

Menurut Ana Salean, praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan racun, pengeboman ikan, serta eksploitasi pasir dan karang di kawasan pesisir mengakibatkan lingkungan rusak.

Taman Nasional Perairan Laut Sawu meliputi kawasan seluas 3,5 juta hektar yang dibagi atas dua zona, wilayah Selat Sumba dan sekitarnya seluas 567.165,64 hektar dan wilayah Pulau Sabu, Rote, Timor dan Batek seluas lebih 2,9 juta hektar.

Pemerintah Kabupaten Alor pada Maret lalu juga telah menetapkan kawasan konservasi perarian daerah seluas 400.000 hektar menjadi jejaring kawasan sehingga total areal konservasi di Laut Sawu menjadi 3,9 juta hektar lebih.

Direktur Konservasi dan Taman Laut Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Departemen Perikanan dan Kelautan Agus Dermawan mengatakan, Laut Sawu bisa dijadikan basis daerah penangkapan ikan dengan tetap mendorong perlindungan keanekaragaman hayati.

Kawasan ini dikelola sebagai bank penyedia telur dan larva ikan, tempat pembaruan, dan penambahan stok ikan di wilayah konservasi.

Keberadaan Taman Nasional Perairan Laut Sawu sangat penting bagi dunia karena menjadi kawasan konservasi terluas di segitiga emas gugusan karang dunia, tempat bagi beraneka ragam biota laut hidup dan berkembang.

Oleh karena laut Sawu sebagai jalur pelayaran nasional, para pemangku kepentingan yang tengah mengikuti workshop soal Laut Sawu akan berperan untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalur itu untuk tidak membuang sampah sembarangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
BMKG Pantau Siklon Tropis Joshua, Waspada Gelombang Tinggi

BMKG Pantau Siklon Tropis Joshua, Waspada Gelombang Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X