Warga Tolak Tambang Emas di Manggarai Barat

Kompas.com - 29/05/2009, 19:53 WIB
Editor

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Ratusan warga Manggarai Barat, Flores, menentang aktivitas eksplorasi emas di kawasan Batu Gosok serta sejumlah rencana penambangan lain di wilayah itu. Sedikitnya 500 orang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan DPRD Manggarai Barat di Labuan Bajo,  Jumat (29/5), untuk menentang aktivitas pertambangan.

Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Tambang (Geram) itu menilai bahwa aktivitas pertambangan bukan pilihan yang pas untuk Manggarai Barat dan Flores secara keseluruhan yang merupakan pulau kecil dengan penduduk yang padat. Aktivitas pertambangan dikhawatirkan akan merusak lingkungan serta tata kehidupan masyarakat lokal yang umumnya petani.

Marsel Agot SVD, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Fiat Veritatem yang ikut dalam aksi unjuk rasa, mengatakan, penentuan lokasi tambang juga tidak pernah dikomunikasikan dengan masyarakat sekitar. Padahal, lokasi tambang, sekitar 2.000 hektar, berdekatan dengan perkampungan dan masih diklaim oleh penduduk sebagai tanah ulayat.

Warga yang tergabung dalam Geram berasal dari berbagai unsur antara lain tokoh agama, pelaku usaha pariwisata, aktivis LSM, dan tokoh masyarakat adat. Mereka meneriakkan yel-yel tolak tambang serta menggelar spanduk yang berbunyi antara lain, "Say no to mining",  “Monster–tambang”.

Di kalangan warga Manggarai Barat beredar nama sejumlah lokasi tambang. "Kami dengar ada lokasi yang hendak dieksplorasi," kata Marsel.

Namun, Kepala Dinas Pertambangan Manggarai Barat Yan Jinus, yang menerima warga, mengemukakan bahwa sejauh ini baru dua izin eksplorasi yang dikeluarkan oleh Bupati Manggarai Barat Fedilis Pranda, yaitu untuk Dalong dan Batu Gosok.

Aktivitas pertambangan sudah mulai dilakukan di Bato Gosok. Sejumlah alat berat sejak pekan lalu telah beroperasi di kawasan pinggir pantai itu. Batu Gosok terletak sekitar lima kilometer dari Labuan Bajo. Labuan Bajo adalah pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo.

Selama ini, Bato Gosok dikenal sebagai daerah wisata. Di sana terdapat hotel. Pulau-pulau kecil serta perairan di depan Batu Gosok, terutama Pulau Seraya dan Pulau Bidadari, merupakan tempat favorit turis untuk diving dan snorkeling. Limbah dari aktivitas pertambangan akan merusak kawasan itu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.