Teknologi "Artificial Recharge" Simpan Air, Atasi Banjir

Kompas.com - 27/03/2009, 19:53 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Teknologi artificial recharge menawarkan solusi mengatasi permasalahan ketersediaan air tanah, sekaligus pengendalian air limpasan penyebab banjir. Terobosan ini bisa diterapkan di berbagai gedung bertingkat khususnya di kota-kota besar seperti ibu kota Jakarta.

"Dengan teknologi ini air limpasan hujan di perkotaan secara gravitasi dimasukkan ke dalam air tanah dalam. Gedung-gedung bertingkat bagus sekali membuat ini," kata pakar hidrologi dari BPPT Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (27/3).

Sutopo Purwo Nugroho mencontohkan, hanya dengan pralon sedalam lebih dari 60 meter dengan diameter 10 cm yang ditanam di halaman gedung bertingkat, maka air limpasan yang mengalir berlimpah di kala hujan akan langsung masuk ke air tanah dalam.

Selama ini di Jakarta, 85 persen air hujan menjadi limpasan dan hanya 10 persen yang masuk ke tanah dan menjadi air tanah. "Air limpasan inilah penyebab Jakarta digenangi air di mana-mana di kala hujan, sementara air tanah terus disedot sehingga persediannya semakin minim bahkan mengancam Jakarta menjadi ambles," kata Sutopo.

Jika diterapkan di setiap gedung bertingkat, maka teknologi artificial recharge yang sederhana ini, ujarnya, akan menyelamatkan Jakarta dari kekurangan persediaan air tanah dengan cepat, tanpa harus menunggu bertahun-tahun, sekaligus mengurangi banjir.

Teknologi yang masih terus diriset ini sebenarnya tidak banyak berbeda dengan teknologi yang telah diperkenalkan sebelumnya, seperti biopori, bioretensi, dan sumur resapan.

Jika biopori memasukkan air limpasan ke air tanah dangkal, maka artificial recharge memasukkan air limpasan ke air tanah dalam. Sedangkan sumur resapan diletakkan di bawah talang air rumah dan bioretensi merupakan kolam konservasi air dengan fungsi serupa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

    Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

    Oh Begitu
    Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

    Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

    Oh Begitu
    Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

    Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

    Fenomena
    4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

    4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

    Oh Begitu
    BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

    BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

    Fenomena
    Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

    Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

    Kita
    Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

    Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

    Oh Begitu
    Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

    Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

    Oh Begitu
    Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

    Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

    Oh Begitu
    Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

    Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

    Oh Begitu
    Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

    Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

    Fenomena
    [POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

    [POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

    Oh Begitu
    5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

    5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

    Oh Begitu
    Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

    Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

    Fenomena
    4 Tahapan Siklus Menstruasi

    4 Tahapan Siklus Menstruasi

    Kita
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.