150 Gajah Ngamuk di India, Tiga Tewas

Kompas.com - 17/01/2009, 21:16 WIB
Editor

GAUHATI, SABTU- Sekawanan gajah lapar yang terdiri dari 150-an ekor mengamuk di pedesaan kawasan timur laut India. Satu keluarga muda tewas terinjak-injak ketika sedang tidur di pondoknya.

Rimi Marak, penduduk Karbi Anglong, Negara Bagian Assam, Sabtu (17/1), menyatakan, kawanan satwa berbadan besar itu juga merusak empat rumah. "Kawanan (gajah) itu sangat banyak. Kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

Ditambahkan Marak, korban tewas adalah seorang petani dan istrinya, serta seorang anak perempuan yang baru berusia lima tahun.

Kawanan gajah itu keluar dari hutan sekitar desa dua pekan lalu untuk mencari makanan. Demikian dikatakan petugas Kehutanan MK Dhar.

"Polisi hutan telah berusaha menggiring kembali kawanan gajah itu ke hutan dengan menggunakan petasan dan obor," tambah MK Dhar.

Menurut Dhar, kawasan hutan itu diperkirakan masih menampung 5.000-an gajah liar. Persoalannya, habitat untuk kawanan gajah itu makin terdesak oleh pembangunan. Akibatnya, kata para pelestari alam, dalam 17 tahun terakhir kawanan gajah berkali-kali mengamuk dan menewaskan 700 orang.

"Kami menetapkan area yang sangat luas untuk populasi gajah, tetapi pertambahan penduduk dan pembangunan telah meningkatkan konflik antara gajah dan manusia," kata mantan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Pradyut Bordoloi.

Data yang ada menyebutkan, antara tahun 1996-2000 telah terjadi perusakan hutan alam sebesar 280.000 hektar di Negara Bagian Assam saja.

Pada tahun 2001, penduduk Distrik Sonitpur meracuni hingga tewas 19 ekor gajah. Ini mereka lakukan setelah kawanan gajah yang lapar itu mencabuti tanaman dan memporakporandakan sejumlah rumah penduduk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.