Memulai Hemat Energi dari Dapur

Kompas.com - 04/06/2008, 13:15 WIB

Penghematan energi memang sudah menjadi hal yang patut diperhatikan. Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi. Melalui inpres itu, Anda harus mulai menghemat energi dalam bentuk apa pun, termasuk penggunaan di dalam rumah. Bagaimana caranya?

Anda bisa memulainya dari dapur. Sebagaimana kita ketahui, dapur merupakan ruang pengolahan bahan makanan yang digunakan setiap hari. Pengolahan bahan makanan tersebut memerlukan air, api, listrik, gas, dan bahan bakar lain. Karena itu, kebutuhan energi terbanyak di dalam rumah ada di dapur. Penggunaan peralatan, sumber daya, dan bahan bakar yang efisien pada akhirnya dapat menghemat penggunaan energi dan biaya secara menyeluruh.

Sebenarnya, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana untuk menghemat penggunaan energi di dapur, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pastikan area dapur memiliki bukaan ventilasi berupa jendela minimal 20 persen dari luas lantai. Pemanfaatan cahaya matahari yang optimal dapat menghemat energi karena meminimalisasi penggunaan lampu.

2. Dapur juga sebaiknya memiliki pencahayaan buatan yang cukup terang untuk malam hari. Penerangan buatan harus memadai (tidak redup dan tidak silau) untuk melakukan setiap pekerjaan dan melihat perubahan warna makanan. Penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang dapat menyebabkan mata tegang dan lelah. Sebaiknya gunakan lampu neon atau fluorescent agar hemat energi.

3.Pada saat memasak, tutuplah panci atau penggorengan untuk mencegah hilangnya panas yang dihasilkan oleh api. Bila panas terbuang, maka bahan bakar yang dipakai juga akan semakin boros dan makanan lebih lama matangnya.

4.Pastikan permukaan bagian bawah wajan atau panci menutupi seluruh coil kompor (nyala api kompor). Jika Anda melihat nyala api muncul dari permukaan sisi bawah atau samping wajan atau panci, ini berarti telah terjadi pemborosan energi. Hal ini dikarenakan pendistribusian panas menjadi tidak efisien. Untuk itu gunakan wajan atau panci yang diameternya lebih besar daripada diameter coil kompor.

5. Saat ini di pasaran banyak dijual peralatan memasak yang multifungsi. Gunakan peralatan tersebut untuk memasak beberapa masakan sekaligus. Misalnya, menanak nasi sekaligus mengukus sayuran atau menghangatkan lauk. Dengan demikian energi yang dipakai terfokus pada satu alat masak.

6. Gunakan peralatan masak yang berbahan dasar tebal dan keras, contohnya teflon. Hal ini bertujuan supaya pendistribusian panas lebih efisien dan masakan lebih cepat matang.

7.Matikan oven atau kompor sebelum masakan benar-benar matang. Biarkan sisa panas yang masih “menempel” pada wajan atau panci yang melanjutkan proses pematangan masakan Anda.

8. Jika akan memanaskan makanan, jangan gunakan microwave melainkan gunakan kompor saja. Pemanasan dengan kompor membutuhkan energi lebih sedikit daripada pemanasan dengan microwave.

9. Gunakan panci tekanan tinggi (jika Anda memilikinya), karena panci jenis ini benar-benar menghemat bahan bakar dan waktu memasak. Sebagai perbandingan, jika menggunakan panci biasa diperlukan waktu lebih kurang 30 menit untuk merebus daging merah, sedangkan dengan panci tekanan tinggi hanya memerlukan waktu 15 menit.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X