Salin Artikel

WNI dari Wuhan Tiba di Batam, Terawan Sebut Persiapan Observasi Oke

Maskapai penerbangan tersebut tiba tepat pada pukul 08.30 WIB dan mendarat dengan aman di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.

Pantauan Kompas.com di Hang Nadim, WNI yang pulang segera diperiksa kesehatannya dan diobservasi oleh tim medis gabungan.

Tim medis gabungan mememeriksa 238 WNI dengan menggunakan alat pelindung diri, termasuk mengenakan pakaian steril bernama Hazmat suit.

Satu persatu WNI diperiksa secara detail. Mereka yang dinyatakan sehat langsung dipindahkan ke pesawat milik TNI AU yang sudah dipersiapkan sejak tadi malam.

Rencananya, proses transfer berdurasi kurang lebih satu setengah jam dan berlangsung di landasan udara. Sehingga WNI yang datang dari China tidak perlu pergi ke ruang tunggu bandara.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia memastikan bahwa proses evakuasi WNI dari China ini sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam arahannya, seluruh petugas yang ikut terjun dalam evakuasi di bandara Hang Nadim, tidak melakukan kontak langsung dengan WNI dari China.

Sementara itu, seperti disiarkan Kompas TV Live, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Kemenkes, beserta petugas TNI di Natuna telah bersiap menyambut kedatangan WNI di Natuna.

Petugas yang berjaga pun sudah mengenakan pakaian pelindung hazmat suit untuk menyambut kedatangan WNI tersebut.

Dari Kemenkes, sejumlah alat medis telah disiapkan untuk 238 WNI yang baru pulang dari China. Mulai dari tenda, tempat tidur, infus, pengecekan suhu tubuh, dan lainnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan telah mengecek semua persiapan untuk menyambut 245 WNI yang akan diobservasi di Natuna.

"Kondisi cek dan ricek saya terhadap semua persiapan oke. Menurut saya oke," kata Terawan di Natuna saat diwawancara KompasTV Live.

Terawan mengatakan, begitu 238 WNI tiba di Natuna dan dinyatakan sehat, mereka akan segera masuk ke ruang observasi untuk diperiksa lagi kesehatannya.

"Kesehatannya akan kita pantau apakah betul semua laporan yang diberikan oleh Pemerintah China dan laporan dari staf medis saya yang ada di pesawat apakah benar," kata Terawan.

"Jadi itulah rangkaian cek dan ricek yang dilakukan sangat detail. Karena itu sangat penting sesuai prosedur WHO," imbuh dia.

Terawan mengatakan, dalam 14 hari observasi di Natuna akan diisi dengan berbagai hal yang menjaga imunitas tubuh WNI dan menerapkan gerakan pola hidup bersih dan sehat agar kesehatan tetap terjaga.

Setelah 14 hari diobservasi dan dinyatakan sehat, para WNI dapat pulang ke daerah asalnya.

https://sains.kompas.com/read/2020/02/02/122808723/wni-dari-wuhan-tiba-di-batam-terawan-sebut-persiapan-observasi-oke

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.