Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dikira Punah, Macan Tutul Taiwan Muncul Lagi Setelah 30 Tahun Sembunyi

Adalah macan dahan Formosa (Neofelis nebulosa brachyura), subspesies macan dahan paling endemik di pulau utama Taiwan.

Taiwan News pada Senin (25/2/2019) melaporkan, para sarjana Taiwan enggan menghapus spesies ini dari status terancam punah mengingat penampakannya hanya terjadi sesekali.

Misalnya belum lama ini sekelompok penduduk desa mengaku melihat mamalia buas itu dua kali dalam 2018 di kesempatan berbeda.

Ada penjaga hutan yang mengaku melihat lebih dari satu macan mengejar kambing di tebing Daren Township, kota Taitung. Sementara penjaga hutan yang lain mengaku melihat satu macan tutul berada di dekat skuternya sebelum berlari ke atas pohon.

Presiden Asosiasi Komunitas Austronesia sekaligus kepala desa dari suku bangsa Paiwan, Kao Cheng-chi, mengkonfirmasi bahwa penjaga hutan segera melakukan patroli di sekitar desa Alangyi Juni lalu setelah ada laporan tersebut.

Untuk diketahui, macan tutul telah menjadi simbol indikator konservasi Taiwan dan merupakan roh suci bagi suku Paiwan.

Kepala desa mengungkap, pihaknya telah mengadakan pertemuan desa untuk membahas kemunculan macan tutul dan mencari cara agar tidak ada upaya perburuan liar dari orang luar.

Pada Januari 2019, Biro Kehutanan Taiwan mengeluarkan pengumuman terbaru tentang Satwa Liar yang Dilindungi, dan macan tutul Formosa masih terdaftar di kategori pertama.

Chao Ren-fang, profesor dari Institut Biologi di Universitas I-Shou yang terlibat dalam tinjauan daftar konservasi mengatakan, bila macan tutul Formosa dihapus dari daftar hewan dilindungi maka akan menjadi peristiwa besar.

"Perlu mempertimbangkan juga persepsi masyarakat karena mungkin ada reaksi balik dari masyarakat adat," kata Ren-fang dilansir IFL Science, Jumat (1/3/2019).

Macan dahan Formosa telah lama menjadi misteri yang indah. Menilik catatan sejarah, sejak abad ke-13 penduduk setempat telah memperjualbelikan kulit macan tutul Formosa ke kota-kota pelabuhan, seperti Tainan.

Meski demikian, selain antropolog asal Jepang, Torii Ry?z?, pada 1900, tidak ada catatan orang dari luar Taiwan melihat macan tutul yang masih hidup.

Saat para ahli mewawancarai 70 pemburu pada 1986, mereka mengaku terakhir kali melihat macan tutul Formosa pada 1983.

Kemudian pada 1990-1993 dilakukan survei lapangan dengan memasang sekitar 400 kamera di Cagar Alam Dawushan. Kamera itu menangkap lebih dari 16.000 foto, tapi tak ada satupun yang menunjukkan jejak macan tutul Formosa.

Survei lain yang dilakukan selama 13 tahun, tepatnya sejak 2001 sampai 2013 juga tidak menemukan jejak macan tutul Formosa. Hal ini akhirnya semakin menguatkan para ahli bahwa kucing besar tersebut sudah punah.

Suatu spesies dinyatakan punah karena selama beberapa dekade tak pernah terlihat tapi kemudian muncul lagi, tak hanya terjadi satu dua kali.

Sebagai contoh ada harimau Tasmania (thylacine), yang dilihat warga Australia berkali-kali padahal sudah dinyatakan punah sejak 1936. Selain itu minggu lalu kita juga mendengar kabar kura-kura raksasa Galapagos yang terakhir kali terlihat 1906 muncul lagi di habitat aslinya.

https://sains.kompas.com/read/2019/03/03/190200423/dikira-punah-macan-tutul-taiwan-muncul-lagi-setelah-30-tahun-sembunyi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke