Bukan Kerjaan Alien, Orang Peru Kuno Sengaja Panjangkan Kepala agar... - Kompas.com

Bukan Kerjaan Alien, Orang Peru Kuno Sengaja Panjangkan Kepala agar...

Kompas.com - 15/02/2018, 20:05 WIB
Salah satu tengkorak Collagua yang menunjukkan tradisi memanjangkan kepala.Creative Commons Salah satu tengkorak Collagua yang menunjukkan tradisi memanjangkan kepala.

KOMPAS.com -- Ratusan tahun yang lalu, anggota komunitas Collagua yang hidup di Colca Valley, Peru tenggara, dengan sengaja mengikatkan potongan kayu ke kepala bayi mereka agar bentuknya memanjang.

Tradisi aneh ini menghasilkan tengkorak-tengkorak berbentuk panjang mengerucut yang kini sering dikira sebagai bukti keberadaan alien.

Namun, rupanya kebiasaan memanjangkan kepala ada alasannya.

Sebuah studi terbaru oleh pakar bioarkeologi Matthew Valesco dari Departemen Antropologi Cornell University mengungkap bahwa bentuk kepala yang memanjang adalah simbol status dalam komunitas Collagua yang dibutuhkan untuk membangun identitas kolektif.

Menurut dia, modifikasi kepala ini mengikat anggota elit dari komunitas Collagua satu sama lain dan memisahkan mereka dari anggota yang berstatus lebih rendah.

Baca juga : Tengkorak dari China Ini Akan Ubah Kisah Asal-usul Manusia, Mengapa?

Hasil yang telah dipublikasikan dalam jurnal Current Anthropology ini didapatkan setelah Velasco dan tim mempelajari bentuk tengkorak dari 200 individu yang hidup selama 300 tahun sebelum kedatangan suku Inka pada tahun 1450.

Mereka menemukan bahwa dalam periode waktu tersebut, bentuk tengkorak yang tipis memanjang semakin diasosiasikan dengan status sosial yang lebih tinggi.

Para wanita-wanita Collagua dengan kepala memanjang, misalnya. Hasil analisis kimia pada tulang menunjukkan bahwa mereka memiliki pola makan yang lebih bervariasi dan lebih sedikit luka akibat serangan fisik dibandingkan wanita-wanita yang tengkoraknya tidak dimodifikasi.

Bentuk kepala ini juga diduga memperhalus asimilasi Collagua ke dalam kerajaan Inka.

Baca juga : Arkeolog Temukan 60.000 Struktur Maya Kuno di Hutan Guatemala

“Standarisasi praktek modifikasi kepala yang lebih baik mirip dengan pola formasi identitas yang lebih luas di dataran tinggi Amerika selatan dan tengah,” kata Velasco kepada Independent, Rabu (14/2/2018).

Dia melanjutkan, (modifikasi kepala) mungkin juga menjadi basis simbol kooperasi anggota elit selama masa konflik terhadap kerajaan Inka.

Perlu diketahui, Inka yang berasal dari dataran tinggi Peru berhasil menguasai seluruh Peru, sebagian Ekuador, Bolivia, Argentina, dan Cili, serta sebagaian kecil dari Kolombia melalui perang dan asimilasi.

Kejayaan Inka berakhir ketika para penjajah Spanyol datang pada abad ke-16, merebut benteng-benteng mereka, dan melarang tradisi memanjangkan kepala yang berlangsung ratusan tahun tersebut.


Komentar
Close Ads X