Ini yang Mungkin Anda Katakan Saat Mengigau - Kompas.com

Ini yang Mungkin Anda Katakan Saat Mengigau

Michael Hangga Wismabrata
Kompas.com - 06/01/2018, 14:05 WIB
Ilustrasi tidur nyenyakBavorndej Ilustrasi tidur nyenyak

KOMPAS.com - Tak usah kaget jika teman tiba-tiba berkata saat Anda mengigau semalam, kata-kata yang terlontar menghina atau kasar. Bagi Anda yang sering mengigau, mungkin ada kekhawatiran apakah ucapan Anda menyinggung orang lain.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Perancis mengamini bahwa orang yang mengigau memang cenderung mengeluarkan kata kasar dibandingkan saat kondisi sadar.

Penelitian tersebut menemukan bahwa saat mengigau, orang akan mengeluarkan 800 kali umpatan kasar dan berkata "tidak" empat kali lebih sering dibanding saat kondisi sadar.

Hal ini sudah diujikan pada 230 orang dewasa yang mayoritas memiliki beberapa jenis gangguan tidur tak biasa atau parasomnia. Setelah mereka tidur selama satu sampai dua malam di laboratorium, peneliti mencatat ada 900 rekaman ucapan mengigau.

Baca Juga:  "Ketindihan" Saat Tidur, Fenomena Apakah Ini Menurut Sains?

Seperti diberitakan Live Science, Rabu (3/1/2018), hasil rekaman pada malam hari tersebut dianalisis dalam beberapa faktor, semisal keheningan, ngelantur, nada bicara, kesopanan dan umpatan. Hasilnya dicocokan dengan bentuk dan isi kosakata sehari-hari yang ada di bank kata terbesar di Perancis.

Peneliti menemukan 59 persen ucapan saat mengigau lebih banyak tidak dimengerti. Ini termasuk hanya gumaman, berbisik, atau tertawa.

Sedangkan dari ucapan yang dimengerti, sebanyak 24 persen mengandung hal negatif, 22 persen kata kasar, dan hampir 10 persen mengatakan kata "tidak". Padahal, dalam keadaan terjaga, kata tidak biasanya hanya diucapkan sebanyak 2,5 persen.

Selain itu, kata kotor diucapkan sebanyak 2,5 persen. Padahal saat sadar kata-kata ini hanya diucapkan 0,003 persen. Singkat kata, 10 persen kata-kata jorok atau tidak senonoh muncul saat mengigau.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep November 2017, kondisi itu sesuai dengan Threat Simulation Theory yang menjelaskan tentang fungsi mimpi

Teori ini mengatakan bahwa mimpi adalah simulasi yang membantu "melatih" orang terhadap ancaman yang bisa terjadi saat terjaga atau memberikan tujuan evolusioner untuk bermimpi.

"Meskipun peserta studi adalah orang Prancis, hasil temuan tidak serta merta berarti orang-orang Prancis lebih kasar daripada negara lain," kata Dr. Isabelle Arnulf, ahli saraf di Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière dan peneliti utama studi, di Paris.

Arnulf menambahkan meskipun konten yang diucapkan saat tidur mungkin lebih menyinggung dan menjijikkan, ucapan tersebut sebanding dengan kata-kata yang digunakan saat kondisi sadar.

Saat mengigau tata bahasanya cenderung tetap benar dan mengikuti pola ucapan sehari-hari seperti jeda dan jumlah kata yang digunakan dalam pernyataan tertentu.

Baca Juga: Mengapa Kita Jangan Sampai Membangunkan Anjing yang Tidur?

Pengucapan tata bahasa yang dianggap masih benar saat mengigau menunjukkan bahwa sistem saraf berfungsi sama seperti saat orang dalam kondisi sadar.

Pada saat yang sama, sejumlah besar gumaman menunjukkan bahwa ada beberapa hambatan pada fungsi motorik sehingga otak masih menghambat pergerakan otot.

Sementara itu, Dr. Carl Bazil, Direktur Divisi Sleep and Epilepsy di Columbia University, New York City,  yang tidak terlibat dalam penelitian berkata kepada Live Science bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa ucapan tidur jauh lebih kompleks daripada yang diharapkan.

"Hal ini mendukung gagasan bahwa ada fungsi otak yang lebih tinggi selama fase tidur," kata Bazil.

Penelitian menyimpulkan bahwa mengigau saat tidur menunjukkan adanya tingkat fungsi otak yang kompleks yang membantu ilmuwan memahami tujuan dan proses mimpi sekaligus menunjukkan sisi diri kita yang kurang baik.

PenulisMichael Hangga Wismabrata
EditorGloria Setyvani Putri
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM