Meski Ngetren, Inilah Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Makan Sashimi Ayam - Kompas.com

Meski Ngetren, Inilah Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Makan Sashimi Ayam

Lutfy Mairizal Putra
Kompas.com - 09/09/2017, 21:05 WIB
Sashimi ayamLcc54613/Thinkstock Sashimi ayam

KOMPAS.com –- Sashimi, hidangan daging mentah yang dipotong tipis-tipis, adalah salah satu menu makanan Jepang yang cukup populer di Indonesia. Selain ikan laut, kini yang tengah melejit di luar negeri adalah sashimi berbahan dasar ayam mentah yang sering disebut chicken sashimi atau chicken tartare.

Kreasi kuliner ini tentu menarik untuk dicoba sebagai pengalaman baru dengan syarat Anda tidak keberatan jika terinfeksi Campylobacter dan Salmonella. Spesialis keamanan makanan dan profesor dari North Carolina State University, Ben Chapman, mengatakan, dua bakteri itu membuat membuat Anda keracunan makanan.

"Ada kemungkinan besar bahwa satu atau kedua patogen ini ada di dalam atau di atas daging ayam itu sendiri," kata Chapman seperti dikutip dari Live Science 7 September 2017.

(Baca juga: Perlukah Anda Menghindari Daging Merah demi Kesehatan?)

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi Campylobacter dapat menyebabkan infeksi pada gastrointestinal. Akibatnya, timbul diare, kram perut, dan sakit perut. Dalam beberapa kasus, infeksi bakteri itu juga dapat membuat mual dan muntah.

CDC memperkirakan ada 1,3 juta kasus infeksi Campylobacter di Amerika Serikat setiap tahunnya. Dari jumlah itu, kurang dari 100 kasus berakhir pada kematian.

Salmonella sendiri tak bisa disepelekan. Bakteri itu akan membuat Anda terkena diare, demam, dan kram perut. CDC menyebutkan bahwa sekitar 1,2 juta orang mengidap Salmonella dan 450 di antaranya meninggal setiap tahun.

Menurut Chapman, daging ikan mentah pun juga memiliki parasit yang dapat membuat seseorang sakit. Akan tetapi, parasit bisa dihilangkan dengan membekukan ikan. Sebaliknya, Salmonella punya kekebalan lebih baik dan tidak akan terpengaruh oleh pembekuan.

(Baca juga: Bagian Tubuh Kambing Mana yang Paling Sehat untuk Dimakan?)

Majalah Food and Wine menyebutkan, sashimi ayam dihidangkan dengan cara direbus atau dibakar dalam rentang waktu tak lebih dari 10 detik. Namun, proses memasak yang sangat singkat ini tak akan membuat sashimi ayam netral sepenuhnya dari bakteri.

“Aku sendiri tidak yakin dengan cara masak ini. Bakteri lain bisa masuk ke dalam ayam saat tulang dilepaskan dari ayam," ujar Chapman.

Di Jepang sendiri, sashimi ayam tidak mendapat sambutan yang hangat. Pada Juni 2016 lalu, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menyarankan restoran-restoran yang menyajikan sashimi ayam untuk meninjau ulang menu tersebut.

Surat kabar Jepang, Asahi Shimbun, juga menyebutkan bahwa pihak pemerintah tengah mendesak restoran untuk memasak ayam hingga suhu internal 75 derajat celcius.

PenulisLutfy Mairizal Putra
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM