Kisah 154 Orang yang Mati Suri Diungkap, Ini yang Mereka Alami... - Kompas.com

Kisah 154 Orang yang Mati Suri Diungkap, Ini yang Mereka Alami...

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 13/08/2017, 21:04 WIB
Ilustrasi pengalaman mati suri. Wikimedia Commons Ilustrasi pengalaman mati suri.

KOMPAS.com - Tak ada yang pernah tahu tentang apa yang terjadi setelah mati. Namun, orang-orang yang pernah punya pengalaman mendekati kematian bisa memberi gambaran.

Charlotte Martial dari University Liège di Belgia meneliti 154 orang yang pernah mendekati kematian atau mengalami mati suri.

Dia dan timnya mengumpulkan beragam pengalaman orang-orang tersebut serta mencari tahu apakah pengalaman mendekati kematian selalu sama baik jenis maupun urutannya.

Riset yang dipublikasikan di Frontiers Research of Neuroscience bulan Juli 2017 mengungkap, 80 persen responden merasakan kebahagiaan saat mendekati kematian.

Sementara, 69 persen melihat cahaya terang dan 64 persen bertemu dengan roh-roh orang dikenal yang sudah mati lebih dahulu.

Baca Juga: Wawancara Pertama dengan Seorang Lelaki "Mati"

Pengalaman yang paling jarang dirasakan adalah pikiran yang lebih cepat (5 persen) dan kemampuan melihat masa depan (4 persen).

Menurut riset ini, pengalaman mendekati kematian unik pada setiap orang. Tidak semua jenis pengalaman ada walaupun ada yang paling umum.

Selain merasakan kedamaian, pengalaman paling umum dirasakan saat mati suri adalah melihat terowongan dengan cahaya terang di ujungnya.

Meski tak ada urutan pengalaman mati suri, tetapi sepertiga orang yang mengalaminya merasakan keluar dari tubuh dan kembali lagi.

"Ini menunjukkan bahwa pengalaman mendekati kematian selalu bermula dari keluar dari tubuh fisik dan berakhir saat kembali lagi," kata Martial seperti dikutip Science Daily, 26 Juli 2017 lalu.

Martial mengungkapkan, riset tentang pengalaman mendekati kematian perlu agar ilmuwan memperoleh gambaran untuh yang ilmiah soal fenomena itu.

Menurutnya, kita masih perlu tahu lebih jauh tentang pengalaman itu, apakah dipengaruhi oleh ekspektasi tiap individu dan latar belakang budaya.

Baca Juga: Kematian Bisa Jadi Tak Semenakutkan yang Anda Kira

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM