Demi Ilmu Pengetahuan, Wanita Ini Donasikan Hati Seberat 12 Kg - Kompas.com

Demi Ilmu Pengetahuan, Wanita Ini Donasikan Hati Seberat 12 Kg

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 08/08/2017, 17:08 WIB
Hati 12 kilogram yang didonasikan ke University of Queensland.University of Queensland Hati 12 kilogram yang didonasikan ke University of Queensland.

KOMPAS.com -- Sebuah sekolah kedokteran di Queensland, Australia, baru-baru ini menerima sumbangan organ hati berpenyakit seberat 12 kilogram, atau sekitar delapan kali ukuran hati manusia yang sehat.

Organ hati ini diberikan oleh Fiona Murray, seseorang pasien yang pernah menderita penyakit ginjal polikistik herediter (PKD), kepada Pusat Pembelajaran Patologi Universitas Oueensland.

Murray, penduduk New Beith, Queensland menerima transplantasi ginjal dan hati pada tahun 2014. Namun, selama dia menunggu kesediaan organ donor, penyakitnya membuat organ hatinya membesar sehingga Murray terlihat seperti orang yang hamil.

(Baca juga: Perekat Mahakuat Dibuat, Kini Jantung Pun Bisa Dilem!)

Dilansir dari Mayo Clinic, hati yang sehat biasanya memiliki lebar sekitar 15 cm, dengan berat 1,2-1,5 kilogram. Hati yang membesar dapat mengisyaratkan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, beberapa penyakit genetik, dan jenis kanker tertentu.

Dalam kasus Murray, hatinya yang membesar diliputi kista yang disebabkan oleh PKD. Murray didiagnosis menderita penyakit ini saat dia berusia 25 tahun.

PKD merupakan penyakit genetik yang menyebabkan pertumbuhan pada ginjal dan hati seseorang. Penyakit ini juga bisa berujung pada gagal ginjal.

Untungnya, sumbangan organ kemudian menyelamatkan Murray. Untuk membalas jasa, dia kemudian memilih untuk menyumbangkan organ hatinya ke pusat patologi agar penyakit tersebut bisa diperiksa dan dipelajari lebih lanjut.

"Itulah cara saya berbagi dan memberi orang pengetahuan," katanya seperti dikutip dari Live Science, Kamis (3/8/2017).

Selain sumbangan dari Murray, ada sekitar 5.000 spesimen lain yang disimpan di Pusat Pembelajaran Patologi Terpadu. Mereka menunjukkan berbagai perkembangan penelitian penyakit manusia dari awal abad ke-20 hingga sekarang.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorShierine Wangsa Wibawa
Sumberlive science,

Komentar