Dibakar dan Dimutilasi, Beginilah Praktik Penguburan pada Zaman Batu - Kompas.com

Dibakar dan Dimutilasi, Beginilah Praktik Penguburan pada Zaman Batu

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 08/08/2017, 09:05 WIB
Passage Tomb Complex di Carrowkeel, County Sligo, Irlandia.Sam Moore Passage Tomb Complex di Carrowkeel, County Sligo, Irlandia.

KOMPAS.com -- Hampir setiap budaya menganggap penting kematian dan penguburan. Hal ini pun berlaku bagi masyarakat zaman batu yang hidup di Irlandia.

Sebuah temuan yang dipublikasikan di jurnal Bioarchaeology International mengungkapkan praktik penguburan pada masa tersebut.

Dipimpin oleh Dr Jonny Geber dari Departemen Otonomi di Universitas Otago, New Zealand, penelitian ini meganalisis sisa-sisa tulang yang tidak dikremasi dari tujuh kuburan di Passage Tomb Complex, sebuah komplek makam yang berada di Carrowkeel, County Sligo, barat laut Irlandia.

(Baca juga: Di Zaman Batu Juga Ada Pabrik Senjata)

Situs ini merupakan salah satu lanskap ritual Neolitik yang paling mengesankan di Eropa, tetapi jarang diketahui oleh masyarakat luas.

Para peneliti menemukan bahwa tulang-tulang berasal dari 40 orang yang hidup di zaman Batu dan sempat mengalami mutilasi.

“Kami menemukan indikasi tanda luka akibat peralatan batu di bagian tendon dan ligamen pada sendi-sendi utama, seperti bahu, siku, pinggul, dan pergelangan kaki,” ujar Dr Geber seperti yang dikutip dari siaran pers.

Menurut Dr Geber, ritual pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Carrowkeel sangat kompleks dan berfokus pada "dekonstruksi" tubuh.

(Baca juga: Monolit Berusia 10.000 Tahun Ini Jadi Bukti Kehebatan Manusia Zaman Batu)

“Dalam upacara ini, tampaknya jasad ‘diproses' oleh keluarga dan komunitasnya dengan berbagai cara, termasuk kremasi dan pemenggalan. Mungkin cara ini ditujukan untuk membantu jiwa orang yang sudah mati mencapai tahapan kehidupan selanjutnya,” urai Dr Geber.

Melihat bukti-bukti ini, para peneliti pun berpendapat bahwa kompleks Carrowkeel adalah tempat yang signifikan bagi masyarakat neolitik di Irlandia pada saat itu, di mana mereka menjalin interaksi dan koneksi spiritual dengan nenek moyang.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa

Komentar