Makhluk Tak Berjantung Ini Digadang Atasi Masalah Jantung Manusia - Kompas.com

Makhluk Tak Berjantung Ini Digadang Atasi Masalah Jantung Manusia

Lutfy Mairizal Putra
Kompas.com - 28/06/2017, 15:22 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com – Penyakit jantung kini menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. Beragam upaya untuk mengobatinya diupayakan, termasuk membuat jaringan jantung dari bayam tetapi penyakit itu belum sepenuhnya bisa ditangani.

Kini, satu lagi gagasan menangani penyakit jantung muncul. Para peneliti dari University of Florida meneliti genetika dan evolusi jaringan otot anemon laut jenisNematostella vectensis dan menemukan ide mengatasi penyakit jantung dengan meniru cara kerja otot spesies itu.

Lewat penelitian, ilmuwan menemukan bahwa otot spesies itu berbeda dengan otot jantung manusia. Pada anemon itu, gen tak menginstruksikan otot untuk berhenti menjadi sel yang berbeda seiring individunya dewasa.

Sementara, pada manusia, instruksi itu ada. Akibatnya, jika kena serangan jantung, otot jantung tak bisa meregenerasi diri dengan baik. Dampaknya adalah munculnya jaringan luka pada permukaan jantung.

“Peneltian kami menunjukkan, jika kita belajar lebih banyak tentang bagaimana gen berbicara dengan otot jantung, regenerasi otot jantung pada manusia bisa dilakukan,” kata Mark Martindale seperti dikutip Science Alert pada Rabu (28/6/2017).

Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of National Academy of Science of United States of America. Penemuan yang membuahkan gagasan menangani penyakit jantung ini unik sebab anemon sendiri tidak memiliki jantung.

Meski tak berjantung, anemon punya gen dan otot serupa dengan yang ditemukan di otot jantung manusia. Hewan itu bergerak dengan denyutan. "Gen itu telah lama ada sebelum berkembangnya otot yang menutup kerangka manusia," kata Martindale.

Jika ilmuwan nantinya berhasil mengakali sehingga otot jantung manusia bisa bekerja seperti otot anemon, maka jutaan orang bisa terselamatkan dari risiko kematian akibat degenerasi organ itu.

 

PenulisLutfy Mairizal Putra
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar