Ada Tulisan Arab pada Nisan, Bisakah Jadi Bukti Kesultanan Majapahit? - Kompas.com

Ada Tulisan Arab pada Nisan, Bisakah Jadi Bukti Kesultanan Majapahit?

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 19/06/2017, 21:07 WIB
Muhammad Rubiul Yatim Sebuah nisan dari zaman Majapahit yang berada di kompleks kuburan Troloyo, Trowulan, Jawa Timur.

KOMPAS.com -- Baru-baru ini teori Majapahit sebagai kesultanan Islam menjadi viral di media sosial. Salah satu bukti yang digunakan untuk mendukung teori tersebut adalah koin Majapahit yang bertuliskan syahadat.

Namun, selain pada koin, tulisan Arab ternyata juga ditemukan pada nisan dari zaman kerajaan Majapahit.

Informasi ini diperoleh Kompas.com ketika mewawancarai Muhammad Rubiul Yatim, seorang dosen untuk mata kuliah agama Islam dan ekonomi Islam di Universitas Pancasila, pada hari Senin (19/6/2017).

Muhammad bercerita bahwa dia pernah menulis skripsi mengenai kompleks kuburan Islam yang terletak di Troloyo, Trowulan, Jawa Timur.

“Saya bagi kuburan-kuburan itu menjadi enam kelompok A hingga F dan khusus yang ada simbol kerajaan surya Majapahit-nya saya masukkan ke kelompok E,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam kelompok E ini ada tujuh makam dan 13 nisan. Yang ada tulisan Arabnya empat dan yang ada hiasan bintangnya 10. Sementara itu, yang ada angka tahun Jawa-nya hanya empat.

Berdasarkan angka tahun tersebut, Muhammad menemukan bahwa yang paling tua berasal dari tahun 1376 Masehi, diikuti dengan yang berasal dari tahun 1380, 1418, dan 1469.

Sementara itu, nisan yang ada tulisan Arabnya berbunyi “Laa ilaha illallah”. Tulisan tersebut berada di balik nisan dan menghadap ke luar, sementara simbol surya menghadap ke kaki jenazah.

Muhammad lalu mengatakan, yang menjadi keunikan (nisan) adalah angka tahunnya, (orang itu hidup) ketika Raden Wijaya dan Patih Gajah Mada sedang berkuasa, dan yang dikubur adalah keluarga kerajaan Majapahit.

“Jadi, artinya Islam sudah masuk sampai ke keluarga kerajaan sehingga ada yang menviralkan bahwa patih Gajah Mada muslim dan lain sebagainya. Kalau mau dicoba dari titik itu, ya bisa-bisa saja. Namun, masih perlu bukti lebih banyak lagi,” ujarnya.

(Baca juga: Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta soal Gaj Ahmada yang Viral

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM