Makhluk Laut Serupa Panda Terancam Punah pada 2018 - Kompas.com

Makhluk Laut Serupa Panda Terancam Punah pada 2018

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 21/05/2017, 18:47 WIB
Greenpeace Ilustrasi vaquita yang terjerat jaring nelayan.

KOMPAS.com - Jika populasi panda terus mengalami kenaikan, kisah berbeda justru di alami oleh 'saudaranya' di laut.

Vaquita atau juga kerap disebut sebagai panda laut justru mengalami kemerosotan populasi.

Peneliti memperkirakan, kurang dari 30 individu Vaquita yang tersisa di alam liar. Jika langkah konservasi tak dilakukan, spesies ini akan punah pada tahun 2018.

Mamalia langka itu hanya ditemukan di teluk California bagian atas. Dalam kurun waktu kurang dari enam tahun, populasinya menurun drastis hingga 90%.

"Jika kita tidak melakukan sesuatu hari ini, Vaquita akan benar-benar punah," kata Maria Jose Villanueva, Direktur strategi dan ilmu pengetahuan WWF Meksiko seperti dikutip Science Alert Kamis, (18/6/2017).

Vaquita atau Phocoena sinus merupakan spesies yang masuk dalam kelompok paus, lumba-lumba dan pesut. Vaquita masuk sebagai cetacea yang paling terancam punah di dunia setelah baiji atau lumba-lumba sungai cina (Lipotes vexillifer) dinyatakan punah pada tahun 2007.

Vaquita yang berarti sapi kecil dalam bahasa Spanyol memiliki ukuran tubuh rata-rata 140,6 cm untuk betina dan 134,9 cm untuk jantan.

Spesies ini pertama kali ditemukan tahun 1958. Hewan itu punya lingkaran hitam khas di sekitar mata serta bibir hitam yang melengkung. Ciri inilah yang membuat Vaquita dijuluki sebagai panda laut.

Tahun 1997, populasinya sempat meningkat menjadi 567, tetapi pada tahun 2007 jumlah menurun menjadi 150. Menurut laporan Greenpeace baru-baru ini jumlahnya turun menjadi kurang dari 30.

Penurunan populasi ini diduga terkait dengan kenaikan jumlah kapal nelayan di teluk California sepanjang tahun 1993  hingga 2007.

Peneliti mengatakan bahwa gillnets, jaring panjang yang menggantung secara vertikal di air untuk menangkap ikan adalah penyebab utama turunnya populasi vaquita.

Saat gillnets terpasang, hampir semua mamalia laut dan burung tak akan lepas dari perangkapnya. Diperkirakan, ada 700 ribu mamalia laut dan burung mati akibat jerat jaring ini setiap tahunnya.

Di teluk California nelayan secara ilegal memanfaatkan jaring tersebut untuk menangkap totoaba, ikan langka yang hidup di daerah tersebut.

Pemerintah setempat sudah melarang penggunaan gillnets selama dua tahun dan aturan ini akan segera berakhir dalam dua minggu. Kelompok pecinta lingkungan dan konservasi berharap ada rencana yang bisa dilakukan untuk memindahkan Vaquita yang tersisa ke tempat perlindungan sementara.

"Ini merupakan tindakan yang berisiko tinggi karena tidak ada yang melakukan ini sebelumnya," kata Jorge Rickards, Direktur sementara WWF Meksiko.

Banyak pihak berharap akan kelangsungan hidup si panda laut ini, seperti halnya saudara panda mereka di darat yang berhasil berkembang populasinya.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM