Tumbuhan Juga Sebabkan Polusi Udara, Kok Bisa? - Kompas.com

Tumbuhan Juga Sebabkan Polusi Udara, Kok Bisa?

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 20/05/2017, 11:29 WIB
MaxPixels contributors Ilustrasi

KOMPAS.com – Selama ini, kita telah diajarkan menanam tumbuhan untuk mengurangi polusi udara dan membuat lingkungan menjadi lebih sehat. Namun, studi terbaru justru berkata bahwa tumbuhan dapat menjadi penyebab polusi udara jika cuaca panas.

Dilaporkan dalam Environmental Science & Technology, Galina Churkina dari Humbolt University dan koleganya menemukan bahwa ketika temperatur naik, sebanyak 60 persen ozon di permukaan tanah diciptakan dengan bantuan senyawa kimia yang ditebarkan oleh tumbuhan kota.

(Baca juga: Polusi Air dan Udara Sebabkan 1 dari 4 Anak Meninggal)

Untuk mengalkulasikannya, para peneliti membandingkan simulasi dari konsentrasi senyawa kimia dari tanaman di area metropolitan Berlin-Bradenburg pada dua musim panas, 2006 ketika ada gelombang panas dan 2014 ketika temperatur normal atau rata-rata 25 derajat celcius.

Ternyata, ketika temperatur normal, senyawa kimia dari tanaman hanya membantu menciptakan 6 hingga 20 persen ozon. Namun, ketika temperatur naik hingga di atas 30 derajat, emisi tanaman naik hingga menciptakan 60 persen ozon.

Beberapa senyawa kimia dari tanaman yang berkontribusi pada polusi udara adalah isoprene, monoterpenes, dan sesquiterpenes yang bereaksi dengan nitrogen oksida yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.

Ketika bertemu dengan nitrogen oksida, isoprene menciptakan ozon, gas tidak berwarna yang dapat menganggu kesehatan manusia. Sementara itu, monoterpenes dan sesquiterpenes yang bereaksi dengan nitrogen oksida menciptakan partikel-partikel kecil seperti debu di udara.

Churkina berkata bahwa dia dan koleganya tidak kaget saat menemukan hubungan antara tumbuhan dan polusi. “Namun, kekuatannya sangat menakjubkan,” katanya.

(Baca juga: Omega 3 Bantu Menangkal Efek Buruk Polusi Udara)

Walaupun demikian, penemuan ini bukan berarti pemerintah dan Anda harus berhenti menanam pohon di daerah perkotaan.

Robert Young, seorang pakar penataan kota di University of Texas, Austin, Amerika Serikat, yang tidak terlibat dengan studi tersebut berkata bahwa segalanya memiliki efek ganda.

Melalui informasi yang didapatkan dari penelitian ini, Young menyarankan untuk mengaplikasikan batasan yang lebih ketat dalam mengontrol polusi udara, misalnya mengurangi emisi kendaraan bermotor.

Pendapat tersebut juga disetujui oleh Churkina yang berkata bahwa penambahan pohon di area kota tidak bisa dilakukan sendirian. Menurut dia, kampanye penanaman pohon perlu dikombinasikan dengan pengurangan polusi dari kendaraan bermotor dan peningkatan energi hijau untuk dapat memperbaiki kualitas kehidupan manusia.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close Ads X