Jangan Tertipu, Ada Keganasan di Balik Keimutan Panda - Kompas.com

Jangan Tertipu, Ada Keganasan di Balik Keimutan Panda

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 18/05/2017, 17:06 WIB
Panda

KOMPAS.com – Siapa yang tidak suka melihat panda? Hewan yang menjadi logo lembaga konservasi dunia World Wildlife Fund (WWF) ini memiliki wajah yang bundar dan gerakan yang lamban. Mereka juga seringkali difoto sedang duduk sambil mengunyah bambu.

Namun, Anda tidak boleh meremehkan panda. Sebab, seimut apa pun hewan ini, mereka tetap termasuk beruang yang dapat dengan mudah membunuh manusia jika diganggu.

Faktanya, panda memiliki enam jari yang dilengkapi dengan enam kuku yang tajam dan besar. Oleh karena itu, satu babatannya akan berakibat fatal bagi manusia.

(Baca juga: Kama Sutra Satwa: "Ribetnya" Seks Badak Sumatera)

Selain itu, hewan ini juga memiliki otot tambahan di sekitar rahang yang membantu mengunyah bambu. Dengan rahang tersebut, bisa dibilang bahwa panda memiliki gigitan terkuat di antara semua mamalia karnivora.

Ya, Anda tidak salah baca. Walaupun 99 persen dari diet panda adalah bambu, hewan ini masih termasuk karnivora. Mereka memiliki sistem pencernaan dan gen yang spesifik karnivora sehingga hanya bisa mendapatkan sedikit energi dan protein dari bambu.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, panda yang hidup secara liar sering ditemukan membunuh dan memakan mamalia yang lebih kecil seperti pika.

Ekologis Bill McShea yang mempelajari panda di Smithsonian Conservation Biology Institute mengatakan kepada BBC 16 Mei 2017, pemburu zaman dulu akan memancing beruang dengan meletakkan tulang kaki hewan ternak. Panda tidak hanya menggigiti tulang ini, mereka menghancurkannya.

McShea juga berkata, ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa panda membobol kandang hewan ternak untuk memakan kambing dan domba.

Untungnya, panda tidak terlalu agresif terhadap manusia. Diet vegetarian dan metabolisme yang lambat membuat panda harus hidup bermalas-malasan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science pada tahun 2015, para peneliti menemukan bahwa panda liar hanya aktif secara fisik selama 49 persen. Lalu, ketika bergerak, kecepatan mereka hanya 26,9 meter per jam. Bandingkan dengan manusia yang rata-rata berlari dengan kecepatan 24 kilometer per jam.

(Baca juga: Sempat Dikira Punah, Ular Berbisa Ini Ternyata Masih Hidup)

Walaupun demikian, ada beberapa kejadian di mana ibu panda melukai pekerja di tempat konservasi alam di China.

Salah satunya terjadi pada tahun 2016. Seorang pekerja yang menggunakan kostum panda untuk melatih hewan tersebut digigit. Akibatnya, sebagian dari tangannya putus dan tulang di kedua tangannya patah.

Keganasan panda juga dapat dilihat dalam interaksi mereka satu sama lain. McShea mengatakan, pada musim kawin, panda jantan akan memiliki luka-luka gigitan di bahu dan kepala mereka dari pejantan lain.

Dia melanjutkan, baru-baru ini pelepasliaran panda di China berakhir tragis. Seekora panda muda dibunuh oleh panda lain yang kemungkinan pejantan dewasa.

Oleh karena itu, jika Anda melihat beruang dengan warna hitam dan putih, ada baiknya untuk segera lari menjauh. Warna tersebut, menurut studi yang dipublikasikan pada February 2017, merupakan sinyal dari keganasan seekor panda.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa
SumberBBC

Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM