Tanda Kehidupan Tertua Buktikan Prediksi Charles Darwin - Kompas.com

Tanda Kehidupan Tertua Buktikan Prediksi Charles Darwin

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 11/05/2017, 18:07 WIB
Gelembung yang ditemukan para peneliti pada batu berusia 3,48 miliar tahun.

KOMPAS.com -- Dalam suratnya kepada Joseph Hooker pada tahun 1871, Charles Darwin pernah mengusulkan bahwa kehidupan bermula dari sebuah kolam kecil yang hangat.

“Tapi kalau (dan kalau yang sangat besar) kita dapat membayangkan (bahwa ) dalam sebuah kolam kecil yang hangat, dengan semua jenis ammonia, garam fosfat, cahaya, panas, listrik, dan lain-lain; sebuah senyawa protein terbentuk secara kimia dan siap untuk memulai perubahan yang lebih kompleks...,” tulisnya.

Tampaknya prediksi Darwin memang benar. Sekelompok peneliti baru saja menemukan tanda-tanda kehidupan tertua pada batu sisa mata air panas yang berusia 3,48 miliar tahun, mengalahkan penemuan sebelumnya yang memperkirakan bahwa kehidupan baru dimulai sekitar 2,7 hingga 2,9 miliar tahun yang lalu.

“Penemuan kami tidak hanya menggeser sejarah kehidupan yang hidup di mata air panas menjadi tiga miliar tahun, mereka menunjukkan bahwa kehidupan telah dimulai di daratan lebih awal dari yang dikira,” kata anggota tim peneliti, Tara Djokic dari University of New South Wales (UNSW), Australia.

Dia melanjutkan, penemuan ini juga bisa menjadi bukti bahwa kehidupan dimulai dari mata air tawar panas yang berada di daratan, bukan di lautan lalu beradaptasi ke daratan seperti yang didiskusikan sebelumnya.

(Baca juga: Es Arktik Mencair, Virus Raksasa Kuno Bisa Bangkit Kembali)

Bukti tersebut ditemukan oleh para peneliti ketika sedang menganalisa sisa bebatuan dari Formasi Dresser di Pilbara Craton, Australia Barat.

Sebelumnya, bebatuan dari Formasi Dresser diidentifikasi seagai sisa lingkungan kelautan yang telah hilang, tetapi studi terbaru ini menunjukkan bahwa Formasi Dresser mengandung tanda-tanda daratan, yaitu sebuah mineral yang disebut geyserite. Mineral ini hanya ditemukan di lingkungan sekitar mata air panas daratan dan geiser.

Selain itu, para peneliti juga menemukan sekelompok ciri khas biologis baru pada bebatuan, yaitu dua tipe stromalit (lapisan sendimen yang dibentuk oleh koloni bakteri air kuno), tekstur mikroba berbentuk palisade, dan gelembung-gelembung yang mungkin terperangkap dalam zat lengket buatan organisme mikroskopis.

Berdasarkan bukti-bukti kehidupan tersebut, para peneliti menduga bahwa pada masa lalu, Formasi Dresser adalah kawah volkano dengan kolam air panas yang kaya mineral. Kondisi yang hangat ini sangat pas untuk menciptakan bentuk kehidupan primitif.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa bermacam-macam jenis kehidupan pernah hidup di air tawar dan daratan ketika Bumi masih muda,” kata anggota tim lainnya, Martin Van Kranendonk yang juga dari UNSW.

(Baca juga: 33 Tahun Menghilang dari Muka Bumi, Pantai Ini Muncul Kembali)

Selain membuktikan bahwa kehidupan dimulai di mata air tawar, penemuan tersebut juga membuka peluang untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di planet lain seperti Mars yang juga terbukti memiliki mata air panas di masa lalu.

“Bebatuan Pilbara memiliki usia yang sama dengan kerak Mars. Oleh karena itu, sisa bebatuan dari mata air di planet merah tersebut juga bisa menjadi target yang menarik untuk mencari fosil kehidupan,” tambah Van Kranendonk.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM