Mengenal Cassini, Wahana Antariksa yang Menguak Misteri Saturnus - Kompas.com

Mengenal Cassini, Wahana Antariksa yang Menguak Misteri Saturnus

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 06/05/2017, 10:55 WIB
NASA Ilustrasi Cassini yang mengamati badai di Saturnus

KOMPAS.com -- Misteri seputar planet Saturnus tampaknya akan segera terjawab. Cassini, wahana antariksa yang punya misi khusus mengeksplorasi Saturnus, telah berhasil memasuki celah yang ada di antara cincin planet tersebut dan memotret atmosfernya.

(Baca juga: Cassini Memotret 'Badai Raksasa' di Saturnus dalam Aksi Bunuh Dirinya)

Namun, di samping memotret atmosfer Saturnus, Cassini juga mempunyai misi khusus untuk mengeksplorasi planet Saturnus, sistem cincinya yang kompleks, dan satelit yang mengelilinginya.

Ketika diluncurkan pada 15 Oktober 1997, Cassini tidak sendirian, melainkan terdiri sebuah wahana antariksa yang terdiri dari dua bagian, Cassini dan Huygens, yang merupakan hasil kerjasama NASA, European Space Agency (ESA) dan Agensi Luar Angkasa Italia.

Akan tetapi, Huygens kemudian memisahkan diri pada Desember 2004 untuk mengamati salah satu satelit terbesar Saturnus, Titan, dan berhasil mendokumentasikan foto-foto dari permukaan Titan yang belum pernah dilihat oleh manusia.

Pengamatan ini pun berhasil memberikan gambaran kemungkinan mengenai rupa Bumi sebelum berevolusi. Pasalnya, Titan memiliki berbagai kesamaan dengan Bumi, termasuk adanya danau, sungai, hujan, dan kemungkinan gunung berapi. Data-data terbaru in akani segera menjadi isu penting dalam jurnal-jurnal ilmu pengetahuan.

Sepeti yang dikutip dari halaman situs milik European Space Agency (ESA), misi Cassini-Huygens disebut sebagai misi paling ambisius dalam eksplorasi ruang angkasa yang pernah ada. Pesawat ini juga tercatat sebagai yang terbesar dan terberat, serta paling rumit yang pernah dibuat.

(Baca juga: Pesan Tersembunyi dari Citra Bumi Jepretan Cassini)

Keberhasilan ditorehkan oleh Cassini ketika pada Juli 2004, pesawat ini berhasil mengorbit di planet Saturnus dan menjadi wahana antariksa pertama yang melakukannya.

"Kita melihat serangkaian penemuan yang luar biasa, cincin Saturnus yang begitu megah, satelitnya yang menakjubkan, magnetosfer (lapisan medan magnet yang menyelubungi), serta permukaan Titan," kata Linda Spilker, Peneliti Proyek Cassini, seperti yang dikutip dari nasa.gov.

Kini, setelah hampir 20 tahun mengeksplorasi luar angkasa, Cassini akan segera 'pensiun' September mendatang.

Pada orbit terakhirnya, Casssini akan masuk kedalam atmosfer Saturnus untuk mengirimkan kembali data-data baru dan unik untuk terakhir kalinya. Setelah putus kontak dengan Bumi, wahana antariksa ini akan terbakar seperti meteor, menjadi bagian Saturnus itu sendiri.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar