Inilah Wajah Sebenarnya dari Perubahan Iklim - Kompas.com

Inilah Wajah Sebenarnya dari Perubahan Iklim

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 05/05/2017, 08:03 WIB
Kemunduran gletser Columbia, Alaska, Amerika Serikat, sebanyak 6,5 kilometer dari tahun 2009 ke 2015.

KOMPAS.com -- Hingga kini, perubahan iklim adalah sesuatu yang sulit dibayangkan oleh orang awam. Oleh karena itu, sekelompok peneliti pun mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk menunjukkan wajah dari perubahan iklim.

Dipublikasikan oleh Geological Society of America, para peneliti ini memotret efek perubahan iklim pada gletser. Mereka pun membandingkan hasil foto-foto tersebut dengan foto-foto lama.

“Kita memiliki bukti-bukti foto yang tidak di-edit untuk menunjukkan bahwa gletser di seluruh dunia sedang meleleh, termasuk yang di Greenland dan Antartika,” kata salah satu peneliti, Gregory Baker yang juga seorang geologis dari University of Kansas.

Untuk membuat perbandingan tersebut, Baker dan timnya mengumpulkan foto-foto gletser di masa lalu, beberapa bahkan berasal dari 100 tahun yang lalu. Mereka lalu pergi ke tempat-tempat yang ada di foto tersebut dan memotretnya.

Berikut adalah gletser Stein di Switzerland. Terjadi kemunduran sebanyak 550 meter dari tahun 2006 ke 2015:

Gletser Stein, Switzerland, mundur sebanyak 550 meter dari tahun 2006 ke 2015

Melalui laporan yang diberi judul “Savor the Cryosphere” yang berarti khasiat kriosfer tersebut, para peneliti ingin mengangkat ketergantungan manusia terhadap lapisan beku di permukaan bumi.

“Berkurangnya es menyebabkan naiknya permukaan laut, meningkatnya kekeringan di tempat-tempat yang manusianya bergantung pada sungai, dan kehancuran arsip lingkungan alam yang disimpan di dalam es,” tulis mereka.

The information stored in these glaciers goes back hundreds of thousands of years, and could provide scientists the information they need to prepare for the effects of rising levels of carbon dioxide in our atmosphere.

Baker menjelaskan bahwa informasi yang tersimpan dalam gletser berusia ribuan tahun dan melalui informasi tersebut, para ilmuwan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tingkat karbon dioksida yang terus meningkat.

“Menganalisa inti es adalah salah satu cara terbaik untuk menganalisa karbon dioksida di masa lalu, dan mereka juga mengandung polen yang dapat memberitahu kita mengenai sistem tanaman yang ada pada saat itu,” katanya.

Namun, sayangnya gletser terus meleleh dan arsip-arsip yang sebelumnya tidak pernah tersentuh manusia akan menghilang begitu saja.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM