Mengapa Tak Semua Ibu Hamil Alami "Morning Sickness?" - Kompas.com

Mengapa Tak Semua Ibu Hamil Alami "Morning Sickness?"

Kompas.com - 01/04/2017, 14:00 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Apakah mual dan muntah di awal kehamilan, alias morning sickness, adalah fase yang pasti dialami ibu hamil di trimester pertama? Mengapa tak semua wanita mengalaminya?

Morning sickness dialami 70 persen ibu hamil, jadi sekitar 30 persen wanita akan menjalani kehamilannya dengan nyaman tanpa keluhan mual-mual, muntah, dan juga pusing.

"Ada sebagian wanita yang mengalami morning sickness, ada juga yang tidak. Ada yang mengalaminya di kehamilan pertama, tapi saat hamil anak kedua tidak mual muntah sama sekali," kata Marra Francis, dokter obgyn di Texas dan juga tim penulis buku Mommy MD Guides.

Morning sickness terjadi karena peningkatan beberapa hormon, terutama Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Nah, ibu hamil yang tubuhnya bisa menghadapi peningkatan pesat hCG, estrogen, dan beberapa hormon lain di trimester awal.

Peningkatan hormon memang terjadi sangat pesat di awal kehamilan, dan hCG saja peningkatannya dua kali lipat setiap minggunya di beberapa minggu pertama kehamilan.

Di trimester kedua, kadar hormon-hormon itu masih meningkat, tetapi sudah dalam level yang bisa ditangani tubuh.

Pada beberapa wanita yang tidak mual dan muntah sama sekali bisa menandakan kadar hormon di tubuhnya rendah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko keguguran, walau tidak selalu demikian.

"Jika tidak mengalami morning sickness, bukan berarti kadar hormonalnya tidak normal, bisa juga karena tubuhnya bisa menoleransi kehamilan lebih baik," kata Francis.

Walau mual dan muntah biasanya terjadi di usia kehamilan 8-14 minggu, tapi ada juga yang gejala mualnya tidak juga hilang sampai akan melahirkan. Setiap wanita dan setiap kehamilan memang unik dan berbeda.

Bila Anda beruntung karena tidak mengalami morning sickness, nikmati saja karena Anda bisa melalui periode yang dianggap sulit bagi wanita yang baru hamil. Tetap konsumsi makanan yang sehat dan periksakan kehamilan secara teratur.
 

EditorLusia Kus Anna
SumberParents,
Komentar