Selasa, 28 Maret 2017

Sains

Satelit Telkom 3S Bermanuver Menjangkau Orbit Geostasioner

Jumat, 17 Februari 2017 | 12:53 WIB
AFP/JODY AMIET Satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, meluncur dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana, Perancis, Rabu (15/2/2017) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Satelit Telkom 3S yang sukses diluncurkan dari Bandar Antariksa Guyana tanggal 14 Februari lalu masih bermanuver untuk mencapai orbit geostasioner atau ketinggian 36.000 kilometer.

Upaya tersebut dikendalikan dari stasiun bumi di Cannes, Perancis, meski yang sepenuhnya berperan adalah stasiun di Italia.

Saat ini, satelit Telkom 3S memasuki fase LEOP (Launch and Early Orbit Phase) dengan melontarkan diri dengan jalur edar elips antara titik terdekat dengan bumi (perigee) dan titik terjauh dari bumi (apogee).

Terdapat tiga upaya manuver di fase ini agar orbitnya beringsut dari elips menjadi bundar dan sampai pada ketinggian 36.000 kilometer yakni tanggal 15, 17, dan 19 Februari.

Kontrol satelit Telkom 3S masih dikelola oleh Thales Alenia Space selaku produsen satelit. Mereka mengambil alih kendali satelit dari Arianespace begitu peluncuran rampung tanggal 14 Februari lalu.

"Pengendalian dilakukan oleh pusat kontrol dari Telespazio yang bertempat di Italia tapi dikendalikan secara jarak jauh dari stasiun di Cannes menggunakan teknologi virtual private network (VPN)," kata Project Manager Telkom 3S dari Thales Alenia Space (TAS) Lionel Pelenc, Kamis (17/2/2017).

VPN memungkinkan koneksi internet berlangsung tanpa khawatir diendus atau dibajak pihak lain.

Pelenc mengatakan, inisiatif serupa dilakukan untuk fase berikutnya yakni In Orbit Testing (IOT) atau pengujian peralatan sebelum digeser ke orbit yang ditugaskan yakni 118 derajat bujur timur untuk Telkom 3S.

"Kami sudah menggunakan antena yang dimiliki Telkom di stasiun bumi di Cibinong, Bogor, untuk mengendalikan satelit. Tapi pengendalian dilakukan dari jarak jauh di Cannes," kata Pelenc.

Satelit Telkom 3S direncanakan tiba di jalur edar 118 derajat bujur timur pada awal April dan kontrol akhirnya diserahkan ke Telkom pada tanggal 4 April 2017 mendatang.

Penulis: Didit Putra Erlangga Rahardjo
Editor : Yunanto Wiji Utomo
TAG: