Antelop Kembali ke Sahara Setelah 20 Tahun Punah di Alam Liar - Kompas.com

Antelop Kembali ke Sahara Setelah 20 Tahun Punah di Alam Liar

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 19/01/2017, 19:22 WIB
Sahara Conservation Fund Scimitar oryx

KOMPAS.com - Kabar gembira terdengar dari dunia fauna. Antelop Scimitar oryx yang nyaris punah dari muka bumi kini bisa kita lihat kembali di alam liar.

Tim konservasi gabungan dari Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Eropa, dan Australia sukses mengembangbiakkan dan melepaskan antelop jenis itu ke alam.

Agustus lalu, 23 antelop dilepaskan di sebuah daerah terpencil di Chad, bagian utara Afrika Tengah. Lalu 23 ekor lagi menyusul dilepaskan minggu ini.

"Sejauh ini hewan terlihat sehat," kata Jared Stabach salah satu tim yang berasal dari Smithsonian National Zoo and Conservation Biology Institute.

"Mereka tampaknya akan beradaptasi dengan baik," imbuh Stabach seperti dikutip Science Alert pada Kamis (19/1/2017).

Yang menggembirakan, antelop bukan hanya hidup, tetapi mampu berkembangbiak di alam liar. Satu bayi antelop jenis itu berhasil lahir di alam untuk pertama kali sejak dikategorikan punah di alam liar tahun 2008.

Sejumlah antelop lain juga tengah hamil. Para ilmuwan berharap, antelop-antelop itu akan melahirkan dalam beberapa bulan ke depan.

Ilmuwan melengkapi antelop dengan kalung GPS. Jadi, ilmuwan bisa melihat perjalanan antelop, pola tinggal mereka, dan gangguan pemburu.

Dengan alat itu, ilmuwan bahkan bisa mendapatkan petunjuk tentang kebiasaan akan hewan dan bagaimana mereka menghindari predator.

Kalung GPS bisa dilepaskan dari jarak jauh dan dikumpulkan sehingga antelop tidak perlu menggunakan kalung selamanya.

Menurut Stabach, ujian terberat antelop adalah saat musim kemarau yang berlangsung antara Oktober hingga Juli. Jika mereka bisa melaluinya hingga Agustus, maka hidup mereka selamat.

Scimitar oryx masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies yang terancam. Selama 20 tyahun, mereka tak bisa ditemukan di alam liar.

Perburuan yang dilakukan manusia memang lebih mengancam daripada perburuan yang dilakukan oleh predator alami mereka.

"Pakar konservasi memberikan apresiasi terhadap keberhasilan ini," kata Carolyn Hogg, Spesialis Hewan yang Terancam Punah dari University of Sydney di Australia.

"Hewan seringkali dikembangbiakkan di penangkaran dengan harapan mereka kemudian dilepaskan kembali ke alam liar. Tapi selalu ada tantangan. Suatu hal yang menakjubkan mengetahui kita berhasil menempatkan mereka kembali ke alam liar," katanya.

Perkembangan antelop ini bisa di lihat di Sahara Conservation Fund Facebook Page.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close Ads X