Teka-teki Terbesar tentang Menopause Kini Terpecahkan - Kompas.com

Teka-teki Terbesar tentang Menopause Kini Terpecahkan

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 16/01/2017, 20:09 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com — Selama puluhan tahun, ilmuwan terus bertanya-tanya tentang menopause. Pertanyaan utama ilmuwan: mengapa hanya manusia, paus pembunuh, dan paus pilot sirip pendek yang mengalami menopause?

Sejumlah hipotesis diajukan untuk menerangkan fenomena biologis itu, tetapi belum membuahkan jawaban memuaskan. Riset yang dipublikasikan di jurnal Current Biology 12 Januari 2017 memberikan pencerahan.

Daniel Frank dari University of York di Inggris bersama rekannya menganalisis data paus pembunuh atau orca selama 40 tahun yang dikumpulkan US Center for Whale Research dan Fisheries and Ocean Canada.

Ilmuwan menyimpulkan, paus pembunuh mengalami menopause karena tingginya ongkos reproduksi bila harus tetap subur sampai tua.

Paus pembunuh punya struktur sosial yang unik. Betina dewasa akan kawin dengan pejantan dari luar kelompok, tetapi akan kembali ke "rumah" bersama induk yang melahirkannya.

Itu berarti, seekor betina dewasa pada awalnya tak terlalu terikat dengan pejantan yang mengawininya. Anak-anak paus pembunuh juga tak terlalu tergantung pada ayahnya.

Namun, semakin tua, seekor betina akan memiliki ikatan lebih dekat dengan pejantan lain alias sekelilingnya. Itu karena banyaknya pejantan yang dikawini seiring bertambahnya anak dan cucu.

Salah satu konsekuensinya, semakin tua, betina cenderung lebih sering membagikan makanan ke sekelilingnya daripada ke anaknya sendiri.

Jadi, jika betina punya anak pada usia tua, anak tersebut relatif lebih tak terpelihara dibandingkan anak yang lahir lebih dahulu.

Menopause akan mencegah risiko tersebut sekaligus membuat betina tua bisa menginvestasikan tenaga lebih banyak untuk memelihara cucu.

Data statistik juga menunjukkan, anak yang lahir dari betina yang lebih tua punya tingkat kematian 1,7 kali lebih tinggi dibanding yang dari betina muda.

"Sangat mudah untuk berpikir betina dewasa bisa meneruskan gennya lebih baik bila hidup sampai tua. Namun, studi kami menunjukkan, anak betina yang lahir belakangan kalah bersaing dengan cucu," kata Frank.

Bagaimana dengan alasan menopause pada manusia? Namun, ilmuwan menerangkan, alasan menopause pada manusia pun kemungkinan sama.

"Tak ada bukti empiris tentang perempuan tua yang mengalami konflik reproduksi dengan perempuan yang lebih muda, tetapi itu mungkin karena belum ada yang mempelajari," kata Rebecca Sear dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang tak terlibat studi, seperti dikutip The Atlantic, minggu lalu.

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar