Terungkap, Asal "Telolet" Misterius dari Tempat Nun Jauh di Angkasa - Kompas.com

Terungkap, Asal "Telolet" Misterius dari Tempat Nun Jauh di Angkasa

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 05/01/2017, 20:46 WIB
Bill Saxton, NRAO,AUI,NSF; Hubble Legacy Archive, ESA, NASA Ilustrasi sinyal misterius dari antariksa, FRB.

KOMPAS.com — "Telolet" dari antariksa adalah salah satu misteri terbesar dalam astronomi. Telolet, bukan suara terompet melainkan sinyal misterius bernama letupan singkat sinyal radio ( fast radio burst), itu berdurasi pendek, kuat, dan tak diketahui asal-usulnya.

Kini, astronom mengumumkan bahwa untuk kali pertama mereka berhasil mendeteksi asal-usul salah satu sinyal dari antariksa. Shami Chatterjee dari Cornell University di New York menentukan asal-usul sinyal bernama FRB 121102 itu dengan teleskop radio multi-antena Karl G Jansky Very Large Array (VLA).

Selama 83 jam penelitian dalam jangka waktu enam bulan, Chatterjee dan timnya mendeteksi sembilan letupan dari FRB 121102.

"Sekarang kami tahu bahwa sinyal itu berasal dari galaksi kerdil yang berjarak tiga miliar tahun cahaya dari bumi," katanya seperti dikutip BBC, Rabu (4/1/2017).

Menguraikan hasil penemuannya di jurnal Nature dan pertemuan American Astromical Society (AAS) di Texas minggu ini, Chatterje mengatakan, fakta sederhana (asal-usul FRB 121102) adalah sebuah kemajuan besar bagi pemahaman kita tentang letupan singkat sinyal radio.

Ilmuwan juga menemukan lokasi sumber letupan lain yang tak jauh dari galaksi kerdil tersebut. Lokasi itu berada 100 tahun cahaya dari sumber FRB 121102 dan diduga merupakan obyek serupa atau berkaitan satu sama lain. Obyek pastinya belum diketahui.

Lantas apa yang memicu terjadinya letupan itu? Sejauh ini, ilmuwan baru bisa menduga-duga. Dugaan pertama, FRB berasal dari lubang hitam. Gravitasi tinggi dan lingkungan sekitarnya menghasilkan jet materi yang bergerak secepat cahaya. Gas bisa bertumbukan dan menghasilkan energi, menjadi letupan FRB.

Dugaan kedua, FRB berasal dari ledakan bintang neutron. Plasma dari gas sisa supernova bisa memperbesar sinyal radio dari bintang neutron, menghasilkan FRB. Kemungkinan ketiga, FRB berasal dari bintang neutron yang bergerak mengelilingi lubang hitam, berinteraksi menghasilkan energi yang luar biasa besar.

Heino Falcke, astronom peneliti FRB yang tak terlibat riset, mengatakan, meski belum mengurai semua misteri tentang FRB, riset ini "mengubah permainan". Sejumlah hal tentang FRB tetap belum pasti. Misalnya, mengapa sinyal kuat diproduksi galaksi kecil? Mengapa ada obyek yang menghasilkan FRB dan tidak? Masih butuh riset lebih lanjut.

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM